Defisit APBN 2025 Dijaga untuk Dorong Pertumbuhan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Jakarta, Jumat 9 Januari 2025. (Beritasatu.com/Addin Anugrah Siwi)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pemerintah menilai pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 merupakan kebijakan terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Defisit yang mencapai 2,92% terhadap produk domestik bruto (PDB) disebut masih berada dalam koridor aman dan tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi maupun kepercayaan investor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah sengaja memberikan ruang fiskal lebih lebar agar belanja negara dapat tetap mendorong aktivitas ekonomi, terutama di tengah tantangan penerimaan negara.
“Defisit ini masih aman karena tetap di bawah batas 3%. Tahun sebelumnya juga kita bisa menutup APBN dengan baik,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan data pemerintah, realisasi defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92% dari PDB. Angka tersebut lebih besar dibandingkan target awal dalam Undang-Undang APBN 2025 yang dipatok sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53% dari PDB.
Airlangga menjelaskan, salah satu faktor utama pelebaran defisit adalah belum optimalnya penerimaan negara. Hingga akhir 2025, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7% dari target Rp3.005,1 triliun. Di sisi lain, belanja negara tetap direalisasikan cukup tinggi, yakni Rp3.451,4 triliun atau 95,3% dari pagu yang ditetapkan.
Menurutnya, belanja negara sengaja dipertahankan untuk menjaga daya dorong ekonomi, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga konsumsi masyarakat.
“Belanja itu penting karena langsung berkaitan dengan pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja. Kalau ekonominya bergerak, employment juga ikut terdorong,” katanya.
Airlangga menambahkan, pemerintah tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2% dapat tercapai atau setidaknya mendekati sasaran. Ia memperkirakan kinerja ekonomi pada kuartal IV 2025 akan menjadi yang paling kuat dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Kuartal IV biasanya lebih tinggi. Kalau tren ini terjaga, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi bisa mendekati target APBN,” ujar Airlangga.
Pemerintah menegaskan akan terus menjaga keseimbangan antara stimulus fiskal dan kehati-hatian anggaran agar stabilitas makroekonomi tetap terpelihara di tengah upaya mendorong pertumbuhan.




