Evakuasi Ular Dominasi Layanan Damkar Batang Hari 2025

Photo Ilustrasi
INDOSBERITA.ID,BATANG HARI – Aktivitas penyelamatan nonkebakaran yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Batang Hari sepanjang 2025 didominasi penanganan kemunculan ular di permukiman warga. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya interaksi satwa liar dengan lingkungan manusia, terutama di kawasan perkotaan.
Berdasarkan catatan Disdamkarmat Batang Hari, dari 190 kasus penyelamatan nonkebakaran yang ditangani selama 2025, sebanyak 104 di antaranya merupakan evakuasi ular. Jumlah tersebut menempatkan evakuasi reptil sebagai layanan paling banyak dibandingkan jenis penanganan lainnya.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Disdamkarmat Batang Hari, Muhammad Jasmin, menjelaskan bahwa laporan paling sering datang dari wilayah padat penduduk. Kecamatan Muara Bulian, Bajubang, dan Muara Tembesi menjadi daerah dengan intensitas kejadian tertinggi.
“Ular kerap muncul di sekitar rumah warga, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan. Karena itu, laporan harus segera ditangani,” kata Jasmin, Jumat (9/1/2026).dikutip dari Tribunjambi
Selain evakuasi ular, Disdamkarmat juga menangani 48 kasus sarang tawon, 15 kasus pelepasan cincin, serta 23 kejadian lain seperti bantuan penyelamatan ringan. Namun demikian, layanan pelepasan cincin saat ini masih difokuskan di Markas Komando Muara Bulian lantaran keterbatasan peralatan di pos-pos lain.
Jasmin menegaskan bahwa seluruh ular yang dievakuasi tidak dimusnahkan. Petugas hanya mengamankan lalu melepaskan kembali satwa tersebut ke habitat alaminya guna menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kami tidak membunuh ular. Setelah diamankan, langsung dilepas ke alam,” ujarnya.
Disdamkarmat Batang Hari pun mengingatkan masyarakat agar tidak segan menghubungi petugas jika menghadapi kondisi darurat nonkebakaran. Layanan penyelamatan, kata Jasmin, tersedia selama 24 jam untuk memastikan keselamatan warga tetap terjaga.




