Dana Desa Turun, Rata-rata Desa di Kerinci Kelola Rp300 Juta

Photo Ilustrasi
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Tahun anggaran 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa di Kabupaten Kerinci. Penurunan signifikan Dana Desa (DD) membuat sebagian besar desa kini hanya mengelola anggaran sekitar Rp300 juta, jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menyusutnya Dana Desa ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah pusat yang melakukan penyesuaian anggaran secara nasional. Akibatnya, pemerintah desa dituntut untuk lebih selektif dan efisien dalam menyusun program kerja.
Kepala Desa di Kabupaten Kerinci, Antoni, membenarkan adanya pemangkasan pagu Dana Desa di wilayahnya. Ia mengatakan, pemerintah desa terpaksa melakukan peninjauan ulang terhadap rencana pembangunan yang telah disusun sebelumnya.
“Dengan kondisi Dana Desa sekarang, kami harus menyusun ulang perencanaan dan hanya menjalankan program yang benar-benar prioritas,” ujar Antoni.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan pemberdayaan masyarakat dan program sosial lainnya yang terpaksa dikurangi.
“Kami berharap masyarakat bisa memahami situasi ini. Bukan hanya pembangunan yang terdampak, kegiatan pemberdayaan juga harus diminimalkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kerinci, Kemdepit, menjelaskan bahwa penurunan Dana Desa merupakan bagian dari kebijakan nasional.
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 total Dana Desa untuk Kabupaten Kerinci masih berada di kisaran Rp205 miliar. Namun pada 2026, alokasi tersebut turun menjadi sekitar Rp180 miliar lebih.
“Pengurangan ini bukan hanya terjadi di Kerinci, tetapi secara nasional. Sebagian Dana Desa dialihkan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat, salah satunya pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah berharap desa-desa dapat mengoptimalkan anggaran yang ada serta memperkuat perencanaan agar program yang dijalankan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.




