4.535 SPPG Dinyatakan Layak Konsumsi oleh Kemenkes

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus seusai peninjauan distribusi makan bergizi gratis di SMKN 1 Jakarta, Kamis 8 Januari 2026. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak 4.535 Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) telah dinyatakan memenuhi standar dan lolos verifikasi pengawasan mutu serta keamanan pangan. Proses sertifikasi tersebut mencakup penilaian kebersihan, higienitas, hingga hasil uji laboratorium.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, keterlibatan Kemenkes dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan pada pengawasan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Hingga hari ini sudah ada 4.535 SPPG yang dinyatakan lulus sertifikasi. Artinya seluruh aspek telah diperiksa, mulai dari kebersihan, proses pengolahan, sampai pemeriksaan laboratorium. Jika masih ada yang belum memenuhi standar, maka harus diperbaiki terlebih dahulu,” ujar Benjamin saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, Kemenkes melalui Dinas Kesehatan di daerah secara aktif memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat MBG aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar higienitas. Salah satu bentuk pengawasan tersebut adalah penerbitan sertifikat laik konsumsi bagi setiap SPPG yang memenuhi persyaratan.
“Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa makanan yang disajikan layak, higienis, dan seluruh prosesnya telah melalui pemeriksaan, termasuk uji laboratorium,” jelasnya.
Benjamin juga menyoroti jumlah penerima manfaat program MBG yang saat ini telah mencapai sekitar 55,1 juta orang, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan besarnya dampak program MBG bagi peningkatan gizi masyarakat.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, lanjut Benjamin, cakupan program MBG ke depan akan terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
“Kita berharap bukan hanya murid yang menerima manfaat, tetapi juga guru dan seluruh pegawai di lingkungan sekolah bisa ikut mendapatkan makanan bergizi,” ujarnya.
Melalui pengawasan yang ketat serta sertifikasi yang berkelanjutan, Kemenkes optimistis program MBG dapat berjalan secara aman, berkualitas, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh penerima di berbagai daerah.




