Aksi Beli Menguat, Saham BUMI Naik 2%

Pergerakan saham BUMI. (Bursa Efek Indonesia/Istimewa)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/1/2026) setelah sempat tertekan di awal sesi. Saham emiten tambang yang berada di bawah Grup Bakrie dan Salim tersebut berhasil bangkit seiring meningkatnya minat beli investor.
Pada perdagangan sesi I, saham BUMI tercatat berada di level Rp 474 atau menguat 2,16%. Aktivitas transaksi terbilang padat dengan volume mencapai 3,65 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 114.429 kali, dengan nilai transaksi menembus Rp 1,71 triliun.
Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya arus beli bersih (net buy) yang cukup signifikan pada saham BUMI, yakni sebesar Rp 111,3 miliar. Kondisi ini mengindikasikan kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah emiten pertambangan tersebut.
Sejumlah analis sekuritas turut menyoroti pergerakan positif saham BUMI. Kiwoom Sekuritas menempatkan target harga jangka pendek di level Rp 474, dengan target lanjutan di kisaran Rp 505 apabila tren penguatan berlanjut.
Pandangan serupa disampaikan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) yang menilai saham BUMI masih berada dalam fase bullish. Dalam kajian teknikal terbarunya, BRIDS menyebut saham Bumi Resources kembali mencatatkan pola higher high, yang menandakan kelanjutan tren naik.
BRIDS juga memproyeksikan saham BUMI berpeluang menguji area resistance terdekat di kisaran Rp 480-an dalam waktu dekat. Sementara itu, Phintraco Sekuritas memasang target harga di level Rp 500 sebagai skenario optimistis.
Dari sisi fundamental, BRI Danareksa Sekuritas menilai strategi diversifikasi bisnis menjadi salah satu katalis utama pergerakan saham BUMI. Perseroan dinilai semakin memperkuat pijakan di sektor mineral dan mulai memperluas portofolio bisnis di luar batu bara.
Strategi tersebut terlihat dari aksi rights issue yang dilakukan BUMI, yang meningkatkan kepemilikan saham perseroan menjadi sekitar 64,98% di Jubilee Metals Limited (JML).
Pengamat pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, menilai penguatan saham BUMI didukung oleh volume perdagangan yang meningkat serta sentimen positif atas langkah diversifikasi bisnis perusahaan.
“BUMI saat ini tidak hanya bertumpu pada batu bara. Ekspansi ke sektor emas dan tembaga membuat prospek jangka menengahnya semakin menarik,” ujar Hendra.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pergerakan saham BUMI tetap memiliki volatilitas tinggi. Menurutnya, peluang saham untuk menguji level Rp 500 masih terbuka, namun sangat bergantung pada perbaikan kinerja fundamental dan realisasi proyek diversifikasi.
“Potensinya besar, tetapi risikonya juga tidak kecil. Investor perlu menyesuaikan strategi dengan profil risikonya masing-masing,” tutup Hendra.




