Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kendal, Kumoro, menyampaikan bahwa tingginya serapan tenaga kerja tersebut tidak terlepas dari realisasi investasi yang terus bergulir, meskipun dunia usaha masih menghadapi tekanan ekonomi global.
“Jumlah tenaga kerja yang terserap di kawasan industri sudah mencapai kurang lebih 66.000 orang. Ini menunjukkan peran nyata sektor usaha dalam menjaga dinamika ekonomi dan stabilitas daerah,” kata Kumoro kepada Beritasatu.com, Sabtu (3/12/2025).
Namun demikian, Apindo menilai capaian tersebut masih perlu diiringi dengan penataan komposisi tenaga kerja yang lebih berimbang. Kalangan pengusaha mendorong agar peluang kerja bagi masyarakat lokal diperluas secara terencana, sehingga keberadaan industri benar-benar berkontribusi pada penurunan pengangguran di wilayah sekitar kawasan industri.
Selain isu ketenagakerjaan, Kumoro menambahkan bahwa tantangan dunia usaha ke depan tidak kalah kompleks. Pelaku industri kini memberi perhatian serius pada faktor-faktor pendukung seperti kelancaran logistik, keterjangkauan harga energi, serta biaya transportasi. Menurutnya, stabilitas aspek-aspek tersebut sangat menentukan keberlanjutan operasional perusahaan dan menjaga agar tidak terjadi pengurangan tenaga kerja.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kumoro menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dengan pengelola kawasan industri. Kolaborasi ini diperlukan guna menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompetensinya selaras dengan kebutuhan industri, sehingga masyarakat setempat dapat menjadi bagian aktif dari pertumbuhan industri, bukan sekadar menyaksikannya.