Layanan Gizi di Tulungagung Terhenti Dua Hari karena Dana Terlambat

Layanan gizi di SPPG Tulungagung, Waung 2, terpaksa berhenti dua hari akibat keterbatasan dana operasional dari BGN, berdampak pada ribuan siswa penerima manfaat. (©AntaraNews)
INDOSBERITA.ID.JAWA TIMUR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waung 2 di Desa Waung, Kabupaten Tulungagung, terpaksa menutup layanan selama dua hari akibat keterlambatan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). Penutupan ini terjadi pada Jumat dan Sabtu, 4-5 Desember 2025, setelah dana yang tersedia hanya mencukupi hingga Kamis.
Kepala SPPG Waung 2, Della Ananda Setyarini, menjelaskan, penghentian layanan dilakukan demi menjaga kualitas program gizi bagi ribuan penerima manfaat. “Kami terpaksa menghentikan operasional sementara untuk menghindari kekurangan bahan dan masalah lain yang bisa menurunkan kualitas layanan,” ungkap Della.
SPPG Waung 2 melayani 3.571 siswa dari 14 sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga MA. Ribuan anak ini sangat bergantung pada program gizi rutin yang mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar mereka. Penghentian sementara tentu menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua dan sekolah terkait asupan gizi anak-anak.
Della menambahkan, pola pengajuan dana operasional SPPG dilakukan setiap dua pekan melalui proposal ke BGN. Sayangnya, pekan ini terjadi kendala yang menyebabkan dana baru akan cair setelah masa operasional habis. “Harapannya sebelum Senin (8/12) dana sudah cair, sehingga layanan bisa kembali berjalan normal,” ujarnya.
Keterlambatan dana operasional ini menjadi sorotan penting karena SPPG memiliki peran krusial dalam memastikan ribuan siswa mendapatkan asupan gizi yang memadai. Keberlanjutan program ini dinilai vital bagi kesehatan dan perkembangan generasi muda Tulungagung.
Dengan pengajuan proposal yang telah dilakukan, SPPG Waung 2 berharap dana segera dicairkan, agar program gizi kembali berjalan tanpa hambatan, menjaga kualitas pelayanan bagi seluruh anak yang bergantung padanya.




