Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 867 Jiwa

Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 867 Jiwa

ILUSTRASI. Petugas menariki kabel jaringan internet yang rusak akibat abnjir Desa Meunasah Krueng, kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (28/11/2025). Operator jaringan komunikasi berupaya menormalkan kembali jaringan telekomunikasi yang rusak parah akibat bencana banjir luapan Sungai Mereudu pada Selasa (25/11/2025). ANTARA FOTO).

INDOSBERITA.ID.ACEH – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali menunjukkan dampak yang kian mengkhawatirkan. Hingga Jumat (5/12/2025) sore, jumlah korban jiwa terus bertambah seiring pembaruan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB melalui dashboard penanganan darurat melaporkan 867 orang telah meninggal dunia, sementara sekitar 4.200 warga mengalami luka-luka. Di tengah upaya evakuasi yang masih berlangsung, tercatat 521 orang masih hilang dan proses pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.

Tak hanya memakan korban jiwa, kerusakan bangunan akibat bencana ini juga sangat luas. Sedikitnya 121.000 rumah terdampak rusak berat maupun ringan di 51 kabupaten/kota yang dilanda bencana.

Kerusakan fasilitas publik dan infrastruktur pun tidak kalah besar. BNPB merinci sejumlah bangunan yang turut terdampak, di antaranya:

  • 1.100 fasilitas umum,

  • 270 fasilitas kesehatan,

  • 509 fasilitas pendidikan,

  • 338 rumah ibadah,

  • 221 gedung/kantor,

  • serta 405 jembatan yang terputus atau mengalami kerusakan serius.

BNPB memastikan pembaruan data akan terus dilakukan setiap beberapa jam sekali. Saat ini, fokus utama pemerintah dan tim penanganan darurat adalah pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, distribusi bantuan, dan pembukaan akses ke wilayah yang masih terisolasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *