8.600 Mustahik Terima Modal Usaha Tampa Bunga

Bimbingan Teknis BMM–MADADA
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Masjid kini tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini terlihat dari keberhasilan program Badan Modal Masjid (BMM) dan Masjid Berdaya Berdampak (MADADA), hasil kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah menjangkau 172 masjid di berbagai daerah dan memberdayakan sekitar 8.600 penerima manfaat lewat modal usaha tanpa bunga.
Deputi II BAZNAS RI, M. Imdadun Rahmat, menjelaskan bahwa setiap masjid mendapat dana awal Rp150 juta untuk disalurkan kepada 50 penerima manfaat dengan pinjaman bergulir rata-rata Rp3 juta tanpa bunga.
“Program ini ingin memutus rantai utang tidak sehat dan menghadirkan pembiayaan mikro syariah yang adil dan menyehatkan,” ujarnya.
Menurut Imdadun, BMM menjadi solusi bagi masyarakat kecil yang sering terjebak utang berbunga tinggi. Ia menegaskan, masjid harus kembali berperan sebagaimana di masa Rasulullah,sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyebut pihaknya terus memperluas jangkauan program MADADA agar setiap daerah memiliki masjid inovatif yang aktif di bidang dakwah, literasi keagamaan, dan ekonomi umat.
“Kami ingin masjid menjadi ruang yang hidup, produktif, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ke depan, Kemenag berencana menggandeng berbagai pihak seperti BNPT, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk memperkuat moderasi beragama dan ketahanan sosial berbasis masjid.




