Festival Budaya Kerinci 2026 Resmi Dibuka,Pawai Tempo Dulu Warnai Danau Kerinci

Wagub Jambi Buka Festival Budaya Kerinci, Pesona Tradisi Jadi Magnet Wisata
INDOSBERITA.ID, KERINCI – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, membuka Festival Budaya Kerinci 2026 di objek wisata Danau Kerinci, Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026). Festival bertema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya” ini menghadirkan beragam kesenian dan tradisi masyarakat Kerinci.
Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Kerinci, Wali Kota Sungai Penuh, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat turut menghadiri pembukaan festival.
Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar festival ini selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026. Kegiatan tersebut bertujuan melestarikan warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci kepada masyarakat luas.
Pawai Adat dan Radio Klasik Tarik Perhatian
Berbagai pertunjukan seni dan budaya memeriahkan festival. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung ialah pawai arakan dari setiap kecamatan di Kabupaten Kerinci.
Para peserta mengenakan pakaian adat dan busana yang menggambarkan kehidupan masyarakat zaman dahulu. Mereka juga membawa radio klasik untuk menghadirkan suasana masa lampau.
Pawai tersebut tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan tradisi Kerinci kepada generasi muda. Setiap penampilan menunjukkan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat di setiap kecamatan.
Abdullah Sani Tekankan Pelestarian Budaya
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menekankan pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
“Festival budaya seperti ini bukan hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan warisan leluhur, memperkenalkan kekayaan budaya daerah, serta mewariskan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda,” demikian rumusan pesan yang perlu dicocokkan dengan sambutan asli Abdullah Sani.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat kerja sama dalam menjaga tradisi. Upaya tersebut sekaligus dapat mengembangkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata.
Monadi Dorong Promosi Budaya Kerinci
Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan bahwa Festival Budaya Kerinci 2026 menjadi momentum untuk melestarikan tradisi sekaligus memperkenalkan kebudayaan daerah kepada masyarakat luas.
“Festival Budaya Kerinci ini menjadi ajang bagi kita untuk melestarikan budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Kerinci kepada masyarakat luas. Kita ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan terus menjaga warisan leluhur,” demikian rumusan pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada Monadi sebelum diterbitkan sebagai kutipan langsung.
Festival ini juga memberi kesempatan kepada setiap kecamatan untuk menampilkan kekhasan seni dan tradisi masing-masing. Dengan begitu, masyarakat dapat mengenal keberagaman budaya yang tumbuh di Kabupaten Kerinci.
Danau Kerinci Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Selain menjaga warisan leluhur, festival ini turut memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Kerinci. Keindahan Danau Kerinci berpadu dengan pertunjukan seni tradisional dan pawai adat, sehingga menawarkan pengalaman wisata yang kaya akan nilai budaya.
Melalui festival bertema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap masyarakat semakin mencintai tradisi daerah. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong kreativitas seni dan meningkatkan daya tarik wisata Kerinci.




