NgoPI di Sungai Penuh Soroti Tantangan Kepala Madrasah di Tengah Gempuran Teknologi

Teknologi Berubah Cepat, Nilai Kemanusiaan Harus Tetap Hidup di Madrasah
INDOSBERITA.ID,SUNGAI PENUH – Teknologi digital terus mengubah dunia pendidikan. Namun, madrasah tetap membutuhkan pemimpin yang mengutamakan nilai kemanusiaan. Kepala madrasah harus mampu memahami kebutuhan guru dan siswa. Mereka juga perlu membangun lingkungan belajar yang nyaman dan inklusif.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NgoPI) yang digelar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Kegiatan berlangsung di Aula Grand Hotel Kerinci, Selasa (20/10/2026).
Forum ini mengangkat tema “Kepemimpinan Madrasah Humanis di Era Digital”. Para peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman untuk menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
Sejumlah kepala Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri dan swasta, serta Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta mengikuti kegiatan tersebut. Pimpinan pondok pesantren dan staf Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kota Sungai Penuh juga hadir.
Teknologi Berkembang, Nilai Kemanusiaan Tetap Utama
Perkembangan teknologi menuntut kepala madrasah menguasai kemampuan manajerial dan keterampilan digital. Namun, mereka juga perlu memahami karakter guru serta kebutuhan peserta didik.
Kepemimpinan humanis menempatkan manusia sebagai pusat pengambilan keputusan. Kepala madrasah perlu membangun komunikasi terbuka dan menghargai perbedaan. Mereka juga harus memberi ruang bagi kreativitas guru dan potensi siswa.
Pendekatan ini membantu madrasah menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan sikap saling menghormati tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan.
Dengan cara tersebut, madrasah dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk generasi yang berakhlak. Siswa juga perlu belajar menghargai sesama di tengah perubahan zaman.
NgoPI Perkuat Kolaborasi Pendidikan Islam
Melalui NgoPI, FTK UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan Islam. Forum ini membuka kesempatan bagi kepala madrasah, guru, serta pimpinan pondok pesantren untuk bertukar gagasan.
Diskusi tersebut dapat memperkaya cara pandang para pengelola madrasah. Mereka dapat mencari pendekatan baru untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan kompetensi pendidik, dan mengembangkan metode pembelajaran.
Para peserta juga diharapkan menerapkan gagasan yang relevan di lembaga masing-masing. Mereka dapat memulainya dengan memperkuat komunikasi, mengembangkan inovasi, dan membangun budaya sekolah yang inklusif.
Melalui kegiatan NgoPI, FTK UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi mendorong lahirnya pemimpin madrasah yang adaptif terhadap teknologi. Pada saat yang sama, mereka perlu menjaga nilai kemanusiaan dan prinsip pendidikan Islam.
Perpaduan teknologi dan kepemimpinan humanis menjadi bekal penting bagi madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta menjawab tantangan masa depan.




