Kemiskinan Merangin Turun, BPS Ungkap Faktor Pendorongnya

Kemiskinan Merangin Turun, BPS Ungkap Faktor Pendorongnya

Kepala BPS Kabupaten Merangin, Yudhi Fri Amara

INDOSBERITA.ID.MERANGIN — Angka kemiskinan di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menunjukkan tren penurunan sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merangin mencatat, persentase penduduk miskin turun menjadi 8,07 persen dari 8,4 persen pada tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut juga terlihat dari jumlah penduduk miskin. Pada 2024, BPS mencatat sebanyak 33.490 orang masuk dalam kategori penduduk miskin. Sementara itu, pada 2025 jumlahnya turun menjadi 32.380 orang atau berkurang sebanyak 1.110 orang.

Kepala BPS Kabupaten Merangin, Yudhi Fri Amara, menjelaskan bahwa sejumlah faktor turut memengaruhi penurunan angka kemiskinan tersebut.

Salah satunya adalah kenaikan harga kelapa sawit, yang menjadi komoditas andalan sekaligus sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat Merangin.

“Kenaikan harga kelapa sawit menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi penurunan angka kemiskinan, karena sawit merupakan komoditas andalan masyarakat Merangin,” Kata BPS Merangin Yudhi Fri Amara Sabtu 10 Oktober 2026.

Selain sektor perkebunan, pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga disebut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.

Penyerapan tenaga kerja melalui pengangkatan tersebut berpotensi memperkuat pendapatan rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, penurunan angka kemiskinan belum berarti persoalan kesejahteraan di Merangin telah sepenuhnya teratasi. Pemerintah dan pemangku kepentingan masih perlu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas sektor unggulan, serta menjaga daya beli masyarakat.

Data BPS tersebut menjadi gambaran perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat Merangin sepanjang 2025. Tantangan berikutnya adalah menjaga tren penurunan agar berlanjut dan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *