Kabut Asap Makin Pekat, Orang Tua Siswa Kerinci Minta Sekolah Beralih ke Belajar Online

Kabut Asap Makin Pekat, Orang Tua Siswa Kerinci Minta Sekolah Beralih ke Belajar Online

Foto Ilustrasi

INDOSBERITA.ID.KERINCI — Kabut asap yang semakin pekat di Kabupaten Kerinci menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Mereka cemas paparan asap dapat mengganggu kesehatan anak-anak selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Di tengah kondisi udara yang belum membaik, sekolah masih menjalankan proses belajar mengajar secara tatap muka. Para siswa tetap datang ke sekolah dan mengikuti pembelajaran seperti biasa.

Kondisi tersebut membuat sejumlah orang tua meminta pemerintah dan Dinas Pendidikan mengambil langkah pencegahan. Mereka mengusulkan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kerinci.

Salah seorang orang tua siswa, Nuri, mengatakan kesehatan anak harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kegiatan belajar.

“Kami tentu khawatir melihat asap semakin pekat. Anak-anak tetap harus keluar rumah untuk pergi dan pulang sekolah. Kami berharap pemerintah mempertimbangkan pembelajaran online untuk sementara waktu,“ kata Nuri.6 Oktober 2026

Menurut Nuri, pembelajaran jarak jauh tidak harus berlangsung lama. Sekolah dapat kembali menjalankan pembelajaran tatap muka setelah kondisi udara membaik.

“Kami tidak meminta sekolah menghentikan pembelajaran. Anak tetap harus belajar, tetapi bisa dilakukan dari rumah sementara. Yang penting kesehatan siswa dan guru tetap terjaga,“ ujarnya.

Orang tua juga meminta pihak sekolah lebih memperhatikan kondisi siswa. Mereka berharap sekolah tidak memaksakan aktivitas di luar ruangan ketika asap masih pekat.

Selain siswa, para guru juga menghadapi risiko paparan asap selama menjalankan aktivitas di sekolah. Karena itu, orang tua berharap pemerintah segera mengevaluasi kondisi kualitas udara dan dampaknya terhadap kegiatan pendidikan.

Mereka menilai pembelajaran jarak jauh dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga kegiatan pendidikan sekaligus mengurangi paparan asap terhadap siswa dan guru.

Orang tua berharap pemerintah segera mengambil keputusan berdasarkan kondisi kualitas udara. Mereka juga meminta informasi terkait perkembangan kabut asap disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *