Kabut Asap Ganggu Kesehatan Warga Kerinci, Ribuan Kasus ISPA Tercatat

Kabut Asap Ganggu Kesehatan Warga Kerinci, Ribuan Kasus ISPA Tercatat

Foto Ilustrasi

INDOSBERITA.ID.KERINCI – Kabut asap mulai mengganggu kesehatan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci. Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mencatat 3.571 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Agustus hingga September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, mengatakan data tersebut berasal dari seluruh puskesmas di Kabupaten Kerinci.

Menurut Hermendizal, sebagian besar pasien masih menjalani pengobatan jalan. Petugas puskesmas terus memberikan pelayanan sesuai kondisi dan keluhan setiap pasien.

“Masyarakat yang datang,akan di layani setiap petugas yang ada di Puskesmas,”Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal Rabu 23 September 2026.

Anak-anak dan Lansia Perlu Perhatian

Hermendizal meminta masyarakat memberi perhatian lebih kepada anak-anak dan lanjut usia. Kedua kelompok tersebut lebih rentan mengalami gangguan pernapasan ketika kualitas udara menurun.

“Kebanyakan yang terserang ispa kalangan Anak-anak dan Lansia mereka memiliki fisik yang lemah,”Ujarnya

Kabut asap juga dapat memperburuk keluhan pada saluran pernapasan. Karena itu, Dinas Kesehatan mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap semakin tebal.

Warga juga perlu memperhatikan kondisi anak-anak dan lansia. Jika muncul keluhan seperti batuk atau sesak napas, keluarga sebaiknya segera mengambil langkah untuk mendapat pemeriksaan medis.

Dinkes Imbau Warga Pakai Masker

Dinas Kesehatan meminta warga menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah. Masker dapat membantu mengurangi paparan asap dan partikel yang masuk melalui saluran pernapasan.

Selain itu, warga perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, atau keluhan pernapasan lainnya.

Masyarakat juga perlu mewaspadai gejala yang semakin berat, terutama pada anak-anak dan lansia. Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah keluhan berkembang menjadi gangguan pernapasan yang lebih serius.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *