Festival Kopi Kerinci Berakhir, Para Juara Kompetisi Kopi Berhasil Unjuk Keunggulan

Festival Kopi Kerinci Berakhir, Para Juara Kompetisi Kopi Berhasil Unjuk Keunggulan

FESTIVAL KOPI KERINCI – Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 di M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, berakhir, Minggu (20/9/2026). Bupati Monadi mengapresiasi sponsor, panitia, peserta, penggiat kopi, petani, pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan festival.

INDOSBERITA.ID.KERINCI – Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 mencapai penghujung rangkaian kegiatan pada Minggu (20/9/2026).

Bupati Kerinci Monadi menutup festival tersebut di M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro.

Festival ini mempertemukan petani kopi, pelaku usaha, penggiat kopi, pencinta kopi, serta berbagai pihak lainnya.

Mereka ikut mendorong perkembangan komoditas kopi di Kabupaten Kerinci.

Sejak awal, festival mengangkat potensi kopi lokal sekaligus memperkenalkan produk kopi Kerinci kepada masyarakat luas.

Tari Kawo Warnai Penutupan Festival

Suasana penutupan semakin semarak dengan penampilan tari Kawo.

Tim kesenian binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci membawakan tarian tersebut.

Tari Kawo mengangkat cerita tentang kopi yang tumbuh dan berkembang di Kerinci.

Pertunjukan itu sekaligus mengenalkan seni budaya lokal kepada masyarakat dan tamu undangan.

Tarian tersebut juga menggambarkan perjalanan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Kerinci.

Perpaduan seni budaya dan kopi membuat penutupan festival semakin kental dengan identitas daerah.

Bupati Kerinci Monadi mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat dan peserta.

Menurut Monadi, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya potensi kopi Kerinci.

Kopi tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas pertanian.

Komoditas ini juga membuka peluang ekonomi dan menjadi bagian dari identitas Kabupaten Kerinci.

“Saya merasa terharu melihat semangat peserta dan masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi yang luar biasa dan mendapat dukungan dari masyarakat kita,” ujar Monadi.

Monadi kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung festival.

Ia menyebut sponsor, panitia, peserta, petani, penggiat kopi, pelaku UMKM, dan berbagai pihak lainnya.

Monadi berharap Festival Kopi Kerinci Tanah Surga terus hadir pada tahun berikutnya.

Kompetisi Kopi Hadirkan Para Juara

Festival juga menghadirkan berbagai kompetisi untuk menguji kualitas dan kreativitas peserta.

Lomba tersebut mencakup kualitas greenbean, keterampilan menyeduh, kemampuan mencicipi kopi, serta inovasi produk.

Pada kategori Greenbean Arabica, Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi meraih juara pertama.

Rio Apriadi dari Desa Kersik Tuo menempati posisi kedua.

Busri dari Desa Pauh Tinggi meraih posisi ketiga.

Deka Mulia kembali meraih juara pertama pada kategori Greenbean Robusta.

Idris Hermawan dari Desa Jernih Jaya meraih juara kedua.

Santi Ali dari Sungai Penuh menempati posisi ketiga.

Pada kategori Greenbean Liberika, Adelia dari Jambi meraih juara pertama.

Yani Nurmayani dari Sungai Terap, Tanjung Jabung Barat, menempati posisi kedua.

Martono dari Sarolangun meraih posisi ketiga.

Sementara itu, Frenki meraih juara pertama pada kompetisi Manual Brewing.

M Irvan menempati posisi kedua. Galan Dwi Andika meraih posisi ketiga.

Pada kategori Cup Taster, Rahma meraih juara pertama.

Frasetiawan menempati posisi kedua. Zanka Sari meraih posisi ketiga.

Untuk Lomba Hilirisasi Kopi, G Royal Coffee meraih juara pertama.

Kopi Datok/Cascara Kerinci menempati posisi kedua.

Rahma Putri meraih posisi ketiga.

Festival Dorong Pertumbuhan Kopi Kerinci

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 membawa misi yang lebih luas dari sekadar agenda tahunan.

Pemerintah dan pelaku usaha ingin memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir.

Upaya tersebut mencakup penguatan petani, pengolahan kopi, inovasi produk, hingga pemasaran.

Potensi alam dan perkebunan Kerinci menjadi modal penting untuk mengembangkan komoditas tersebut.

Pengembangan kopi juga dapat meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain itu, sektor kopi dapat ikut menggerakkan perekonomian daerah.

Dari Tanah Surga Kerinci, kopi lokal terus membawa cita rasa daerah.

Kopi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kerinci kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *