Bukan Sekadar Jalan-jalan, Tiga Kades Merangin Belajar Tata Kelola Desa ke Tiongkok

Bupati Merangin lepas Kades Menuju Tiongkok
INDOSBERITA.ID.MERANGIN – Tiga kepala desa asal Kabupaten Merangin mendapat kesempatan menambah wawasan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Bupati Merangin H M Syukur melepas keberangkatan mereka pada Senin (7/9/2026). Pelepasan berlangsung di lobi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Merangin.
Ketiga kades tersebut yakni Sukron dari Desa Marus Jaya, Kecamatan Renah Pembarap. Kemudian Muhammad Agum dari Desa Keroya, Kecamatan Pamenang. Satu lagi Aswani Sabli dari Desa Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabir Ilir.
Sepuluh Hari Gali Pengalaman
Ketiga kades akan mengikuti Benchmarking Study selama 10 hari di Tiongkok.
Bupati Syukur meminta mereka mengikuti kegiatan dengan serius. Ia juga meminta ketiganya membawa pulang ilmu yang bisa diterapkan di desa.
“Sepulangnya nanti dapat cepat menerapkan di wilayah kerjanya dan menurunkan ilmu itu ke kades lainnya,” ujar Syukur.
Menurut Syukur, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para kades untuk melihat langsung berbagai pengalaman dan inovasi di negara tersebut.
Ia berharap pengalaman itu dapat membantu para kades meningkatkan pengelolaan dan pembangunan desa.
Jaga Nama Baik Merangin
Selain soal kegiatan, Syukur menitipkan pesan penting kepada ketiga kades.
Ia meminta mereka menjaga sikap selama berada di Tiongkok. Mereka juga harus menjaga nama baik Indonesia, Provinsi Jambi, dan Kabupaten Merangin.
“Jaga sopan santun dan tunjukkan bahwa Merangin itu Negeri Beriman dan Berbudaya,” pesan Syukur.
Kementerian Desa Kirim Pemberitahuan
Kepala Dinas PMD Merangin H Deddi Candra menjelaskan bahwa keberangkatan tiga kades mengacu pada surat Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.
Kementerian mengirim surat bernomor B-1731/HMS.02.01/IX/2026 pada 2 September 2026. Surat tersebut memuat pemberitahuan keikutsertaan kepala desa dalam Benchmarking Study di Tiongkok.
Deddi berharap ketiga kades memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.
Setelah kembali, mereka dapat membagikan pengalaman kepada kades lain. Pengetahuan baru itu juga bisa menjadi bahan untuk mengembangkan desa masing-masing.



