Luka 14 Tahun Terbayar! Thailand Akhirnya Tembus Olimpiade Los Angeles 2028

Luka 14 Tahun Terbayar! Thailand Akhirnya Tembus Olimpiade Los Angeles 2028

Pemain Volli Putri Thailand

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Tim Nasional Voli Putri Thailand akhirnya mewujudkan impian tampil di Olimpiade setelah merebut gelar juara Kejuaraan Voli Asia 2026.

Thailand menaklukkan tuan rumah China dalam pertarungan dramatis lima set pada final di Tianjin, Minggu (30/8/2026). Pornpun Guedpard dan kolega menang dengan skor 3-2, yakni 25-20, 11-25, 23-25, 25-18, dan 15-10.

Kemenangan tersebut sekaligus menghadirkan tiga pencapaian besar bagi Thailand. Selain mempertahankan status sebagai juara Asia dan memastikan tiket Kejuaraan Dunia 2027, Thailand juga mengamankan tempat di Olimpiade Los Angeles 2028.

Thailand Raih Tiket Olimpiade

Perubahan sistem kualifikasi Olimpiade membuat gelar juara di kejuaraan kontinental menjadi tiket otomatis menuju Olimpiade. Thailand langsung memanfaatkan peluang tersebut dengan menjuarai Kejuaraan Voli Asia 2026.

Kesuksesan itu terasa semakin istimewa karena Thailand sudah berkali-kali gagal melewati kualifikasi Olimpiade. Bahkan, dua kegagalan pada 2012 dan 2016 meninggalkan cerita kontroversial yang masih membekas.

Pada kualifikasi Olimpiade London 2012, Thailand gagal lolos setelah kalah dalam rasio set. Hasil pertandingan Serbia kontra Jepang yang berakhir 3-2 turut menentukan nasib Thailand.

Mengutip Associated Press, kubu Thailand saat itu mencurigai Jepang bermain tidak maksimal demi menghindari persaingan dengan mereka. Jika Thailand lolos, Jepang berpotensi masuk grup berat bersama Brasil, Amerika Serikat, China, dan Turki.

Pelatih Thailand, Kiattipong Radchatagriengkai, bahkan menyampaikan kecurigaannya setelah menyaksikan pertandingan tersebut.

“Kami melihat pertandingannya dan menyadari ada yang aneh dengan tim Jepang. Mereka bermain di bawah standar,” kata Radchatagriengkai seperti dikutip The Nation Thailand.

FIVB kemudian menyelidiki dugaan pengaturan pertandingan tersebut. Namun, federasi voli dunia itu tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

Drama Kualifikasi Rio 2016

Empat tahun kemudian, Thailand kembali menghadapi Jepang dalam perebutan tiket Olimpiade Rio 2016. Kali ini, sejumlah kejadian kontroversial mewarnai pertandingan.

Thailand sempat kehilangan momentum ketika perangkat tablet pengadil lapangan mengalami masalah sehingga wasit menolak pergantian pemain pada penghujung set keempat.

Situasi semakin panas pada set kelima. Thailand unggul jauh 12-6 dan hanya membutuhkan beberapa poin untuk memastikan kemenangan. Namun, kartu merah justru menghampiri Radchatagriengkai setelah ia melakukan protes keras.

Wasit mengeluarkan dua kartu merah untuk sang pelatih. Salah satu keputusan tersebut membantu Jepang mendekati kemenangan hingga mencapai match point 14-12.

Thailand akhirnya kalah. Meski kemudian memenangkan tiga pertandingan tersisa, perolehan poin mereka tetap tidak cukup untuk mengamankan tiket Olimpiade.

Gagal di Tokyo, Kini Terbayar

Penantian Thailand berlanjut menuju Olimpiade Tokyo 2020. Tim voli putri Negeri Gajah Putih kembali harus mengakui keunggulan Korea Selatan pada pertandingan final kualifikasi zona Asia.

Kegagalan demi kegagalan akhirnya menemukan titik akhir pada Kejuaraan Voli Asia 2026.

Thailand mengalahkan Jepang pada semifinal sebelum menghadapi China di partai puncak. Mereka kemudian tampil sebagai juara setelah melewati pertandingan lima set yang penuh tekanan.

Radchatagriengkai pun menyebut pencapaian tersebut sebagai sebuah keajaiban. Pelatih yang sempat mengambil jeda dari dunia kepelatihan setelah kegagalan 2016 itu akhirnya membawa Thailand menuju panggung Olimpiade.

“Saya melihatnya sebagai sebuah keajaiban. Saya ingin berterima kasih kepada semua pemain dan staf. Ini adalah mimpi kami dan negara kami, untuk tampil di Olimpiade. Sekarang kami mendapatkannya, saya tidak percaya,” ujar Radchatagriengkai seperti dikutip Volleyball World.

Thailand Cetak Sejarah

Tiket Olimpiade Los Angeles 2028 juga menciptakan sejarah baru bagi Thailand.

Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengirim tim bola voli indoor ke putaran final Olimpiade, baik pada sektor putra maupun putri.

Pornpun Guedpard turut menikmati momen bersejarah tersebut. Setter Thailand itu tidak hanya membantu tim meraih gelar juara, tetapi juga menyabet penghargaan sebagai setter terbaik sekaligus pemain terbaik Kejuaraan Voli Asia 2026.

“Memegang tiket LA 2028 tidak bisa dipercaya,” kata Guedpard.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *