Debut Manis Ruben Amorim di AC Milan, Torino Jadi Korban Pertama

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim.
INDOSBERITA.ID.TURIN – Ruben Amorim mengawali petualangannya bersama AC Milan dengan hasil gemilang. Pelatih asal Portugal itu membawa Rossoneri mengalahkan Torino 2-1 pada laga pembuka Serie A di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu malam, 23 Agustus 2026.
Kemenangan tersebut memberi Milan modal berharga untuk mengawali musim dengan tiga poin. Namun, Milan baru menemukan celah untuk mencetak gol setelah memasuki babak kedua.
Cisse dan Rabiot Bawa Milan Unggul
Milan membuka keunggulan melalui Alphadjo Cisse pada menit ke-65. Pemain muda tersebut melepaskan penyelesaian melengkung yang gagal dihentikan kiper Torino.
Dua menit kemudian, Milan kembali menggetarkan gawang tuan rumah. Adrien Rabiot yang masuk sebagai pemain pengganti memanfaatkan peluang untuk menggandakan keunggulan Rossoneri.
Torino kemudian meningkatkan tekanan. Tuan rumah akhirnya memperkecil jarak pada masa injury time melalui Che Adams.
Adams mencetak gol dengan aksi salto spektakuler. Namun, Torino tidak memiliki cukup waktu untuk mengejar ketertinggalan sehingga Milan tetap membawa pulang tiga poin.
Amorim Soroti Kondisi Fisik Pemain
Meski meraih kemenangan, Amorim melihat sejumlah aspek yang masih perlu mendapat perhatian. Salah satunya kondisi fisik pemain yang menurutnya belum mencapai level ideal untuk menjalankan pressing selama 90 menit.
Amorim juga memberikan perhatian khusus kepada Cisse. Selain mencetak gol, pemain muda tersebut mampu menunjukkan kualitas permainan yang membuat sang pelatih semakin percaya kepadanya.
“Bukan hanya golnya, tetapi juga kualitas yang diperlihatkan Cisse sepanjang pertandingan,” kata Amorim usai pertandingan seperti dilansir DAZN Italia, Senin, 24 Agustus 2026.
Amorim menilai Milan tampil solid selama sebagian besar pertandingan. Namun, intensitas permainan menurun pada 15 menit terakhir sehingga Torino mendapat lebih banyak ruang untuk menyerang.
“Saya pikir kami melihat satu tim selama 75 menit pertama. Lalu tim yang lain di akhirnya, kami kesulitan secara fisik,” ujar Amorim.
Milan Masih Butuh Waktu
Menurut Amorim, Milan membutuhkan tambahan waktu untuk mencapai kondisi fisik terbaik. Persiapan pramusim yang belum merata membuat sejumlah pemain masih memerlukan menit bermain tambahan.
“Untuk menekan dengan cara yang kami inginkan selama 90 menit. Kami seharusnya membutuhkan lebih banyak pertandingan di pramusim,” ucapnya.
Karena itu, Amorim akan meningkatkan intensitas latihan seiring bertambahnya jadwal pertandingan. Ia ingin para pemain mampu menjaga tekanan tinggi hingga peluit akhir dan menjalankan sistem permainan sesuai dengan karakter yang ia inginkan.
Kemenangan atas Torino menjadi awal positif bagi Amorim. Selanjutnya, ia harus menjaga momentum sekaligus membenahi stamina tim agar Milan mampu tampil konsisten sepanjang musim.



