Pesan GrabFood di Jambi Picu Keluhan, Pengguna Soroti Perbedaan Pelayanan Driver
oleh Asep Sanjaya ·

Foto Ilustrasi
INDOSBERITA.ID.JAMBI – Seorang pengguna GrabFood di Jambi, Hendra, mengeluhkan pengalaman kurang menyenangkan saat memesan makanan melalui layanan pesan-antar GrabFood.
Keluhan tersebut bermula ketika Hendra bersama istrinya memesan tiga makanan melalui aplikasi GrabFood dengan titik pengantaran yang sama. Namun, salah satu pesanan justru memunculkan persoalan terkait lokasi pengantaran.
Tiga Pesanan, Tiga Driver Berbeda
Hendra menjelaskan, tiga driver berbeda mengantarkan ketiga pesanan tersebut. Driver pertama tidak menemui kendala saat mengantar makanan ke lokasi yang tercantum dalam aplikasi.
Istri Hendra menerima pesanan pertama secara langsung tanpa persoalan. Namun, situasi berbeda terjadi pada pesanan kedua.
Driver kedua menghubungi istri Hendra melalui telepon dan mempertanyakan titik lokasi pengantaran. Menurut Hendra, komunikasi tersebut membuat istrinya merasa tidak nyaman karena driver menyampaikan persoalan lokasi dengan nada yang dianggap kurang menyenangkan.
Persoalan kemudian berlanjut ketika driver bertemu Hendra dan istrinya. Hendra mengaku driver tersebut menunjukkan gestur jari tengah kepada dirinya dan istrinya.
Pesanan Ketiga Kembali Lancar
Hendra kemudian mencoba memastikan persoalan tersebut dengan memesan makanan untuk ketiga kalinya melalui aplikasi GrabFood.
Ia menggunakan titik pengantaran yang sama seperti dua pesanan sebelumnya. Hasilnya, driver ketiga dapat menemukan lokasi dan mengantarkan makanan tanpa kendala.
“Pesanan pertama dengan titik yang sama bisa sampai. Pesanan kedua di permasalahkan karena katanya titik berbeda. Saya kemudian coba pesan lagi dengan titik yang sama, ternyata driver ketiga bisa langsung mengantarkan,” ujar Hendra, Senin (24/8/2026).
Perbedaan pengalaman tersebut membuat Hendra mempertanyakan persoalan sebenarnya pada titik lokasi pengantaran.
Minta Pelayanan kepada Konsumen Di evaluasi
Hendra mengaku kecewa dengan pengalaman tersebut. Menurutnya, persoalan teknis mengenai lokasi seharusnya dapat di bicarakan secara baik antara driver dan pelanggan.
“Kalau memang ada masalah titik lokasi, seharusnya bisa di sampaikan dengan baik. Kami sebagai pengguna juga ingin mendapatkan pelayanan yang nyaman,” katanya.
Ia berharap pihak Grab menindaklanjuti keluhan tersebut dan mengevaluasi pelayanan driver, khususnya terkait komunikasi serta etika ketika berinteraksi dengan konsumen.
Hendra juga menilai perbedaan pengalaman dari tiga pengantaran dengan titik lokasi yang sama perlu menjadi perhatian. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat mencegah persoalan teknis berkembang menjadi konflik antara driver dan pelanggan.



