Misteri Tombak Belang dan Payung Sekaki, Pusaka Sanggaran Agung yang Tetap Dijaga hingga Kini

Misteri Tombak Belang dan Payung Sekaki, Pusaka Sanggaran Agung  yang Tetap Dijaga hingga Kini

Tombak Belang dan Payu Sekaki Pusaka Desa Sanggaran Agung

INDOSBERITA.ID.KERINCI – Masyarakat adat Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, terus menjaga berbagai benda pusaka peninggalan leluhur. Di antara koleksi yang paling dikenal ialah Tombak Belang dan Payung Sekaki, dua pusaka yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi identitas budaya masyarakat setempat.

Kedua benda pusaka tersebut kembali menarik perhatian saat pelaksanaan Kenduri Sko. Para pemangku adat menampilkan Tombak Belang dan Payung Sekaki dalam prosesi adat yang di sertai ritual penyucian benda pusaka.

Simbol Kebesaran Kerajaan Kerinci

Masyarakat meyakini Tombak Belang dan Payung Sekaki memiliki kaitan erat dengan sejarah Kerinci pada masa kerajaan. Kedua pusaka itu menjadi simbol kebesaran seorang raja yang pernah memimpin wilayah tersebut.

Salah seorang Pemangku Adat Desa Sanggaran Agung, Hartanto, menjelaskan Tombak Belang dahulu menjadi perlengkapan yang di bawa pegawai kerajaan. Sementara itu, Payung Sekaki yang terbuat dari bambu berfungsi sebagai payung kebesaran raja dalam berbagai kegiatan penting.

Hartanto juga mengungkapkan cerita yang di wariskan secara turun-temurun mengenai Tombak Belang. Menurut kepercayaan masyarakat, panjang tombak tersebut akan menyesuaikan dengan tinggi tubuh orang yang memegangnya. Keunikan itu membuat Tombak Belang semakin di hormati sebagai pusaka leluhur.

Masih Banyak Pusaka Bersejarah

Selain Tombak Belang dan Payung Sekaki, masyarakat adat Desa Sanggaran Agung masih menyimpan sejumlah benda bersejarah lainnya. Koleksi tersebut meliputi Al-Qur’an kuno dan berbagai pusaka yang memiliki nilai sejarah serta budaya.

“Masih banyak benda pusaka yang di simpan di Sanggaran Agung dan akan kita buka,” kata Pemangku Adat Desa Sanggaran Agung, Hartanto, Kamis (16/7/2026).

Warisan Budaya Terus Di lestarikan

Masyarakat adat secara rutin merawat seluruh benda pusaka tersebut. Mereka juga terus mengenalkan sejarahnya kepada generasi muda agar budaya dan tradisi Kerinci tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Keberadaan benda-benda pusaka itu menjadi saksi perjalanan sejarah Desa Sanggaran Agung. Selain itu, koleksi tersebut juga memperkuat identitas budaya masyarakat Kerinci yang terus di jaga dan di wariskan dari generasi ke generasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *