Perut Hanya Membesar di Waktu Tertentu,Kehamilan Misterius Santriwati Pekalongan

Perut Hanya Membesar di Waktu Tertentu,Kehamilan Misterius Santriwati Pekalongan

Photo Ilustrasi Lagi Hamil

INDOSBERITA.ID.PEKALONGAN – Kasus seorang santriwati berinisial F (22) asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang disebut hamil dan melahirkan tanpa adanya hubungan suami istri masih menjadi perhatian luas masyarakat.

Peristiwa yang dialami F semakin menyita perhatian setelah pihak keluarga mengungkap adanya kondisi tidak biasa selama masa kehamilan. Mereka menyebut bahwa perubahan pada perut F tidak terjadi secara konsisten, melainkan hanya tampak membesar pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang waktu Maghrib hingga Isya.

Meski memicu berbagai tanggapan dan spekulasi di media sosial, keluarga memilih untuk tidak memperpanjang polemik tersebut. Mereka menyatakan menerima kejadian itu sebagai ketetapan Tuhan dan berharap publik menghentikan penyebaran opini yang dianggap dapat memperburuk kondisi psikologis F.

Diketahui, F merupakan warga Dukuh Keberkahan, Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap. Ia melahirkan seorang bayi laki-laki pada 13 Desember 2025.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena keluarga menyebut kehamilan tersebut terjadi tanpa adanya hubungan dengan laki-laki. Bahkan, pihak keluarga mengaitkan kondisi itu dengan pengalaman mimpi yang pernah dialami F selama masa sebelumnya.

Ayah F, Slamet, mengatakan keluarga telah berusaha menerima seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut merupakan kehendak yang harus dijalani.

“Kami sudah berusaha memahami ini sebagai ketentuan Allah. Orang boleh punya pandangan berbeda, tetapi kami memilih untuk menerima dan fokus pada kondisi anak kami agar kembali tenang,” ujar Slamet, Senin (25/5/2026) malam.

Slamet juga menjelaskan bahwa perubahan kondisi fisik putrinya mulai disadari setelah F tidak mengalami menstruasi sejak September 2025. Namun, ia menyebut selama masa tersebut, perubahan tubuh F tidak seperti kehamilan pada umumnya.

“Perutnya kadang terlihat membesar, tapi hanya di waktu tertentu saja, seperti menjelang malam. Setelah itu kembali normal,” katanya.

Ia menambahkan, pihak keluarga sempat mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan dengan laki-laki, namun F tetap membantah memiliki hubungan asmara atau melakukan perbuatan di luar nikah.

Selama ini, F diketahui menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Buaran setelah lulus Madrasah Tsanawiyah. Keluarga menyatakan lingkungan pesantren dikenal memiliki pengawasan yang ketat, sehingga mereka sulit menerima dugaan lain terkait kasus tersebut.

Hingga kini, peristiwa yang dialami F masih menimbulkan beragam reaksi di masyarakat dan terus menjadi perbincangan di ruang publik.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *