Cegah Hantavirus Sejak Dini, Kemenkes Tekankan Edukasi Masyarakat

Cegah Hantavirus Sejak Dini, Kemenkes Tekankan Edukasi Masyarakat

Ilustrasi Hantavirus (Foto: Adobe Stock)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk Indonesia setelah munculnya kasus hantavirus. Ia menilai pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit melalui arus perjalanan internasional.

Menurut Yahya, titik-titik strategis seperti bandara, pelabuhan, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) harus mendapat perhatian khusus. Ia menyebut langkah yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejauh ini sudah tepat, terutama melalui penguatan sistem pemantauan kesehatan bagi pelaku perjalanan.

Pemerintah disebut telah mengoptimalkan penggunaan thermal scanner, pemeriksaan visual, hingga sistem surveilans kesehatan guna mendeteksi potensi kasus sejak dini. Yahya berharap pengawasan yang konsisten dapat meminimalkan risiko masuknya hantavirus dari luar negeri ke Indonesia.

Tak hanya fokus pada pengawasan di pintu masuk negara, Yahya juga menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan nasional dalam menghadapi ancaman penyakit infeksi emerging tersebut. Kemenkes, kata dia, telah memperkuat jaringan laboratorium yang mampu melakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Whole Genome Sequencing (WGS).

Selain itu, sebanyak 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging di berbagai wilayah Indonesia juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus.

Yahya berharap seluruh langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan optimal sehingga penyebaran hantavirus dapat dikendalikan dengan baik.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah panik, dan selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan terkait perkembangan maupun penanganan hantavirus di Indonesia.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *