Bermain Saat Jam Belajar, 9 Siswa SD di Taliabu Dihukum Makan Lumpur Picu Amarah Warga

Bermain Saat Jam Belajar, 9 Siswa SD di Taliabu Dihukum Makan Lumpur Picu Amarah Warga

Ilustrasi anak sekolah dasar (anak SD) sedang upacara bendera. (Foto: Istimewa)

INDOSBERITA.ID.MALUKU UTARA – Peristiwa tak biasa terjadi di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, setelah sembilan siswa diduga mendapat hukuman makan tanah lumpur oleh seorang guru piket. Insiden ini viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari para orangtua murid.

Kejadian tersebut berlangsung pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIT di lingkungan sekolah, saat para siswa kedapatan bermain bola dari gumpalan tanah di tengah jam pelajaran. Aktivitas itu kemudian ditegur oleh guru piket, namun tidak segera diindahkan oleh para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu, Damruddin Rahman, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa terdapat sembilan siswa yang terlibat, terdiri dari satu siswa kelas IV dan delapan siswa kelas V.

“Siswa bermain bola terbuat dari tanah ada sembilan orang. Satu orang kelas empat, dan delapan orang kelas lima,” ujar Damruddin, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, guru piket telah beberapa kali memberikan teguran agar siswa kembali ke kelas. Namun karena emosi dan rasa kecewa, guru tersebut kemudian memberikan hukuman spontan.

“Spontan ibu guru piket dengan kesal campur kecewa langsung memberi hukuman, menyuruh mereka makan gumpalan tanah yang mereka mainkan itu. Mungkin maksudnya hanya gertakan,” jelasnya.

Namun, hukuman tersebut justru berujung pada kejadian yang tidak diharapkan. Dari sembilan siswa, lima di antaranya disebut sempat memakan tanah lumpur, sementara empat lainnya tidak.

“Lima orang makan, empat orang tidak. Setelah itu mereka langsung membersihkan mulut masing-masing,” tambah Damruddin.

Setelah pulang ke rumah, para siswa kemudian menceritakan kejadian itu kepada orangtua mereka. Hal tersebut memicu kemarahan sejumlah wali murid, bahkan sempat terjadi ketegangan hingga nyaris berujung aksi fisik terhadap guru yang bersangkutan.

Pihak Dinas Pendidikan Pulau Taliabu saat ini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kronologi lengkap serta memberikan pembinaan kepada pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *