Harga Dexlite & Pertamina Dex Melonjak, Isi Penuh Mobil Diesel Kini Bisa Tembus Rp1,9 Juta!

Harga Dexlite & Pertamina Dex Melonjak, Isi Penuh Mobil Diesel Kini Bisa Tembus Rp1,9 Juta!

Perbandingan konsumsi BBM Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner-ilustrasi/

INDOSBERITA.ID.JAMBI – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis solar seperti Dexlite dan Pertamina Dex mulai memberikan tekanan nyata bagi pengguna mobil diesel. Selama ini dikenal lebih irit dan ekonomis, kendaraan diesel kini justru menghadapi lonjakan biaya yang cukup signifikan, terutama saat pengisian penuh tangki.

Perubahan harga yang melonjak dari kisaran Rp14 ribuan menjadi hampir Rp24 ribu per liter membuat pengeluaran pemilik kendaraan meningkat drastis. Untuk mobil dengan kapasitas tangki besar, biaya sekali isi penuh kini bisa menembus angka Rp1,5 juta hingga mendekati Rp2 juta.

Kondisi ini memicu perubahan perilaku pengguna, terutama mereka yang mengandalkan mobil diesel untuk aktivitas harian maupun operasional bisnis.

Biaya Isi Penuh Melonjak Tajam

Dengan asumsi harga Pertamina Dex di angka Rp23.900 per liter (naik dari Rp14.500), berikut gambaran dampak kenaikan terhadap sejumlah mobil diesel populer di Indonesia:

  • Toyota Fortuner Diesel (±80 liter)
    Biaya isi penuh naik dari sekitar Rp1,16 juta menjadi Rp1,91 juta.
  • Mitsubishi Pajero Sport (±68 liter)
    Dari sekitar Rp986 ribu kini menjadi Rp1,62 juta.
  • Toyota Innova Diesel
    Sebagai mobil keluarga yang sering dipakai harian, kenaikan ini mulai terasa di pengeluaran rutin pengguna.
  • Hyundai Santa Fe Diesel (±64 liter)
    Dari Rp928 ribu menjadi lebih dari Rp1,52 juta.
  • Isuzu MU-X (±80 liter)
    Biaya kini mendekati Rp1,91 juta untuk satu kali pengisian penuh.
  • Toyota Hilux Diesel (±80 liter)
    Kendaraan operasional ini juga mengalami lonjakan biaya yang sama, signifikan bagi sektor industri.
  • Mitsubishi Triton (±75 liter)
    Dari sekitar Rp1,08 juta naik menjadi Rp1,79 juta.
  • Hyundai Palisade Diesel (±71 liter)
    Biaya meningkat dari Rp1,02 juta menjadi Rp1,69 juta.
  • Mazda CX-5 Diesel (±56 liter)
    Kini membutuhkan lebih dari Rp1,33 juta untuk full tank.
  • Nissan Terra (±70 liter)
    Dari Rp1,01 juta menjadi sekitar Rp1,67 juta.

Dampak Lebih Luas dari Sekadar Angka

Kenaikan ini tidak hanya berdampak pada pengguna pribadi, tetapi juga sektor usaha yang mengandalkan kendaraan diesel seperti logistik, perkebunan, dan pertambangan. Biaya operasional yang membengkak berpotensi mendorong efisiensi, penyesuaian tarif, hingga perubahan strategi penggunaan kendaraan.

Di sisi lain, pengguna individu mulai mempertimbangkan ulang frekuensi penggunaan mobil, memilih rute yang lebih efisien, hingga membandingkan kembali efisiensi kendaraan diesel dengan alternatif lain seperti mobil bensin atau elektrifikasi.

Efisiensi Tak Lagi Jadi Satu-satunya Andalan

Meski mesin diesel tetap unggul dalam hal torsi dan daya tahan, kenaikan harga BBM non-subsidi menunjukkan bahwa faktor efisiensi konsumsi saja tidak cukup untuk menekan biaya. Harga bahan bakar kini menjadi variabel utama yang tak bisa diabaikan.

Jika tren harga ini berlanjut, bukan tidak mungkin preferensi konsumen terhadap kendaraan diesel akan mengalami pergeseran dalam beberapa waktu ke depan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *