Harga Batu Bara Melonjak, Kekayaan Para Raja Tambang Diprediksi Meledak

Harga Batu Bara Melonjak, Kekayaan Para Raja Tambang Diprediksi Meledak

Low Tuck Kwong, adalah salah satu konglomerat batu bara di Indonesia (Foto: Forbes)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kabar segar datang dari sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan Harga Batu Bara Acuan (HBA), memicu potensi lonjakan keuntungan bagi para konglomerat batu bara Tanah Air. Di tengah tren ini, nama-nama lama kembali mendominasi daftar orang terkaya dari sektor “emas hitam”.

Kenaikan HBA ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 145.K/MB.01/MEM.B/2026 yang diteken oleh Bahlil Lahadalia pada 15 April 2026. Seluruh kategori batu bara mengalami kenaikan harga, mulai dari kalori rendah hingga tinggi.

Batu bara kalori tinggi (6.322 kcal/kg GAR) kini berada di level US$103,43 per ton, naik dari sebelumnya US$99,87. Sementara itu, batu bara 5.300 kcal/kg GAR naik menjadi US$77,71 per ton. Kenaikan juga terjadi pada kalori 4.100 kcal/kg GAR menjadi US$52,84 per ton, dan 3.400 kcal/kg GAR menjadi US$38,30 per ton.

Para “Raja Batu Bara” Kembali Bersinar

Lonjakan harga ini diperkirakan akan semakin menebalkan pundi-pundi kekayaan para taipan batu bara Indonesia. Berdasarkan data yang beredar, berikut lima besar “sultan batu bara”:

5. Samin Tan
Memiliki kekayaan sekitar Rp20 triliun, namun kini tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi tambang ilegal di Kalimantan Tengah oleh Kejaksaan Agung.

4. Sukanto Tanoto
Pengusaha senior yang dikenal low profile ini memiliki kekayaan sekitar Rp50 triliun, dengan bisnis lintas sektor yang mayoritas bersifat privat.

3. Garibaldi Thohir
Dengan kekayaan sekitar Rp80 triliun, Boy Thohir mulai mengalihkan fokus bisnisnya ke energi baru terbarukan, menandai arah baru di tengah tekanan global terhadap energi fosil.

2. Prajogo Pangestu
Pendiri Barito Pacific Group ini memiliki kekayaan sekitar Rp400 triliun, hasil dari perjalanan bisnis panjang dari nol hingga menjadi raksasa energi.

1. Low Tuck Kwong
Dijuluki “raja dari para raja”, pemilik Bayan Group ini memimpin dengan kekayaan fantastis yang diperkirakan mencapai Rp500 triliun.

Antara Cuan dan Tantangan

Kenaikan harga batu bara memang menjadi berkah bagi para pelaku industri. Namun, di sisi lain, sektor ini juga menghadapi tekanan besar, mulai dari isu lingkungan hingga dorongan global menuju energi bersih.

Pergerakan tokoh seperti Boy Thohir ke energi terbarukan menunjukkan bahwa bahkan para raksasa batu bara mulai bersiap menghadapi masa depan yang berbeda.

Dengan harga yang terus menguat dan permintaan global yang masih tinggi, batu bara masih menjadi “ladang emas”. Namun, pertanyaannya kini bukan hanya soal seberapa besar keuntungan yang bisa diraih, melainkan seberapa lama era kejayaan ini akan bertahan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *