8 Kecamatan di Kerinci Jadi Lumbung PMI, Desa Migran Emas Segera Diusulkan

8 Kecamatan di Kerinci Jadi Lumbung PMI, Desa Migran Emas Segera Diusulkan

Delapan Kecamatan di Kabupaten Kerinci Menjadi Terbanyak Mengirim PMI

INDOSBERITA.ID.KERINCI – Meningkatnya kebutuhan ekonomi mendorong banyak masyarakat Indonesia untuk mencari peluang kerja hingga ke luar negeri. Profesi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) pun kian diminati karena dianggap mampu memberikan penghasilan lebih besar demi menunjang kehidupan keluarga.

Di Kabupaten Kerinci, tren ini terus mengalami peningkatan. Tidak sedikit warga yang memilih merantau ke luar negeri dengan harapan memperbaiki taraf hidup serta menciptakan masa depan yang lebih baik.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kerinci, Suhaidir, menyampaikan bahwa ada delapan kecamatan yang menjadi penyumbang PMI terbanyak di daerah tersebut. Beberapa di antaranya yakni Kecamatan Tanah Cogok, Kecamatan Setinjau Laut, dan Kecamatan Danau Kerinci.

“Wilayah-wilayah ini memang sudah dikenal sebagai kantong pekerja migran karena setiap tahunnya selalu ada warga yang berangkat ke luar negeri,” jelasnya.Jumat 17 April 2026.

Melihat potensi tersebut, pemerintah daerah berencana mengusulkan desa-desa yang menjadi basis PMI untuk ditetapkan sebagai Desa Migran Emas. Program ini diharapkan mampu memberikan dukungan dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk pelatihan, pemberdayaan, maupun perlindungan bagi calon pekerja migran.

“Dengan adanya status Desa Migran Emas, masyarakat akan lebih terarah dan mendapatkan pembinaan sebelum bekerja ke luar negeri,” tambah Suhaidir.

Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi bagi masyarakat yang ingin menjadi PMI. Menurutnya, jalur legal menjadi kunci utama untuk menghindari berbagai risiko, termasuk penipuan, masalah hukum, hingga minimnya perlindungan di negara tujuan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci pun terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran kerja ilegal yang menjanjikan proses cepat namun berisiko tinggi. Dengan jalur resmi, diharapkan para pekerja migran dapat bekerja dengan aman serta memperoleh hak-haknya secara maksimal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *