Kemunculan ular tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Tata melalui layanan darurat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi pada pukul 09.58 WIB. Laporan itu langsung direspons cepat oleh petugas, yang bergerak menuju lokasi hanya berselang beberapa menit setelah menerima informasi.Dikutip dari Jambiekspress
Sekitar pukul 10.15 WIB, tim Damkartan sudah tiba di lokasi dan segera melakukan penanganan. Dipimpin oleh Danru 2 Pleton 1 Mako, Eko Perdana, bersama empat anggota, proses evakuasi berlangsung hati-hati dengan memanfaatkan alat khusus berupa penjepit ular (grab stick dan hook).
Meski sempat membuat warga khawatir, proses penangkapan berlangsung lancar dan cepat. Ular berhasil diamankan tanpa adanya korban, baik dari pihak warga maupun petugas.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menyampaikan bahwa respons cepat merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat. Ia memastikan setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Menurutnya, kesiapan personel yang dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan peralatan standar menjadi faktor penting dalam keberhasilan evakuasi tersebut. Selain itu, koordinasi tim di lapangan juga berjalan baik sehingga situasi dapat segera dikendalikan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan potensi munculnya satwa liar di lingkungan tempat tinggal, terutama di kawasan yang dekat dengan habitat alami seperti semak belukar dan aliran air. Warga diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan hewan berbahaya agar dapat ditangani secara aman dan profesional.