SPKLU Rest Area KM 379A Ramai Diserbu Pemudik Mobil Listrik

SPKLU Rest Area KM 379A Ramai Diserbu Pemudik Mobil Listrik
INDOSBERITA.ID.BATANG – Rest Area Travoy KM 379A di ruas Tol Batang–Semarang, Jawa Tengah, menjadi salah satu titik persinggahan paling diminati pengguna kendaraan listrik selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Lonjakan mobilitas masyarakat dari kawasan Jabodetabek menuju Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur turut mendorong peningkatan signifikan jumlah kendaraan listrik di jalur Tol Trans Jawa.
Di lokasi, terlihat beragam jenis mobil listrik—mulai dari city car hingga SUV dan MPV—mengisi jalur menuju arah timur. Kehadiran kendaraan listrik kini semakin lazim ditemui saat musim mudik, menandai perubahan tren transportasi masyarakat.
Rest area ini menjadi pilihan favorit karena fasilitasnya tergolong lengkap. Selain area kuliner, tersedia musala, toilet bersih, posko layanan mudik, serta stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang menjadi daya tarik utama bagi pengguna mobil listrik.
Tingginya volume kendaraan listrik membuat SPKLU di kawasan tersebut dipadati antrean, bahkan aktivitasnya hampir setara dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Meski demikian, dari sisi kapasitas dan jumlah unit pengisian, SPKLU masih belum menyamai fasilitas SPBU.
Sejumlah kendaraan berpelat nomor Jabodetabek tampak mengantre untuk mengisi daya. Para pengemudi memanfaatkan layanan pengisian cepat (fast charging) yang disediakan, dengan tarif disesuaikan kapasitas baterai masing-masing kendaraan.
Petugas di lokasi menyebutkan, lonjakan penggunaan kendaraan listrik selama Lebaran tahun ini cukup signifikan. Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, pengelola menerapkan sistem kerja dua shift agar pelayanan tetap optimal.
Menurutnya, sebagian besar pengguna SPKLU berasal dari Jabodetabek, dengan puluhan kendaraan listrik dilayani setiap harinya. Kondisi ini membuat fasilitas pengisian daya di rest area tersebut hampir selalu ramai, terutama saat puncak arus mudik dan arus balik.
Meningkatnya penggunaan mobil listrik pada momen Lebaran 2026 mencerminkan perubahan preferensi masyarakat dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan ramah lingkungan, sekaligus menunjukkan penerimaan pasar yang semakin kuat terhadap teknologi kendaraan listrik di Indonesia.




