Dalam pernyataan yang disiarkan secara nasional, Anwar menyebut pemerintah Malaysia saat ini tengah mengupayakan pemulangan kapal-kapal tanker beserta awaknya agar dapat kembali dengan selamat. Ia menegaskan bahwa keselamatan kru dan kelancaran distribusi energi menjadi prioritas utama pemerintah.
Keberhasilan ini, menurut Anwar, merupakan hasil dari pendekatan diplomasi yang intensif. Selain berkomunikasi langsung dengan pihak Iran, ia juga menjalin koordinasi dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, serta Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Langkah ini dilakukan untuk memahami dinamika konflik sekaligus mencari solusi atas keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.
Meski demikian, Anwar mengakui upaya menuju perdamaian masih menghadapi banyak hambatan. Ia menilai Iran saat ini bersikap sangat hati-hati terhadap berbagai tawaran internasional, terutama karena pengalaman masa lalu yang dianggap merugikan. Kondisi ini membuat proses negosiasi menjadi lebih kompleks dan membutuhkan jaminan yang kuat.
Di sisi lain, dampak kemanusiaan akibat konflik terus meluas, termasuk di wilayah Lebanon yang mengalami gelombang pengungsian besar. Anwar juga kembali menyoroti konflik di Gaza sebagai akar ketegangan yang belum terselesaikan.
Terkait ketahanan energi dalam negeri, pemerintah Malaysia menyatakan situasi masih terkendali. Peran Petronas disebut krusial dalam menjaga stabilitas pasokan minyak dan gas, sehingga dampak gejolak global dapat diminimalkan.
Menutup pernyataannya, Anwar menegaskan posisi Malaysia yang konsisten mendorong penyelesaian damai serta menolak segala bentuk agresi militer di kawasan.