Elon Musk Evaluasi xAI, Sejumlah Karyawan Kena PHK

Ilustrasi Elon Musk dengan perusahaan AI generatif yang ia buat, yakni xAI yang akan open-source Grok. (Business Insider/Istimewa)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Perusahaan kecerdasan buatan xAI dilaporkan melakukan perombakan besar di internal organisasi setelah kinerja sejumlah produknya dinilai belum mampu bersaing di pasar. Pendiri perusahaan, Elon Musk, disebut memerintahkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) baru sekaligus melakukan restrukturisasi tim pengembangan teknologi.
Langkah tersebut dilakukan setelah produk pengkodean berbasis AI milik xAI dianggap tertinggal dibandingkan pesaing di industri. Situasi ini mendorong manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi pengembangan teknologi perusahaan rintisan yang baru berdiri pada 2023 itu.
Dalam proses perombakan tersebut, sejumlah eksekutif dan pendiri perusahaan juga dilaporkan meninggalkan organisasi. Beberapa posisi manajemen kemudian diisi oleh personel yang sebelumnya bekerja di SpaceX dan Tesla untuk membantu melakukan audit internal serta memperbaiki sistem pengembangan produk.
Tekanan terhadap xAI meningkat setelah integrasi operasional dengan SpaceX dalam kesepakatan bernilai sekitar US$1,25 miliar. Integrasi tersebut bertujuan mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan sekaligus mempersiapkan perusahaan menuju rencana penawaran saham perdana (IPO) dalam waktu dekat.
Namun hingga saat ini, chatbot andalan perusahaan, Grok, bersama produk pengkodean AI lainnya belum mampu menarik minat pengguna secara luas, baik dari kalangan individu maupun perusahaan.
Melalui unggahan di platform X, Musk mengakui bahwa struktur awal perusahaan belum dibangun secara optimal sehingga perlu dilakukan pembangunan ulang dari dasar.
Audit internal yang dilakukan manajemen juga menemukan bahwa kualitas data pelatihan model AI menjadi salah satu faktor yang membuat performa produk xAI tertinggal dari pesaing seperti OpenAI dan Anthropic.
Perubahan besar di tubuh perusahaan tersebut turut memicu kepergian sejumlah tokoh penting, termasuk staf teknis senior Zihang Dai serta peneliti AI Guodong Zhang yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan model Grok.
Di tengah restrukturisasi tersebut, Musk juga memperkenalkan proyek baru bernama Macrohard, yakni pengembangan agen digital yang dirancang untuk meniru proses operasional sebuah perusahaan perangkat lunak secara otomatis.
Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat infrastruktur komputasi dengan membangun pusat data besar di Memphis, Tennessee. Fasilitas tersebut dilengkapi lebih dari 200.000 chip AI dan direncanakan akan diperluas hingga mencapai kapasitas sekitar satu juta GPU dalam beberapa tahun ke depan.
Meski menghadapi berbagai tantangan internal, xAI disebut masih mampu menarik sejumlah talenta dari perusahaan teknologi lain di Silicon Valley guna mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan mereka.




