Tarif Bus di Terminal Kalideres Naik Jelang Mudik Lebaran

Penerapan traif khusus atau tuslah dari masing-masing PO bervariasi bergantung dari jarak tujuan maupun jenis kelas layanan bus. (Beritasatu.com/Reza Hery Pamungkas)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, sejumlah operator bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kalideres mulai menerapkan tarif khusus atau tuslah bagi penumpang. Penyesuaian harga tiket dilakukan secara bertahap sesuai dengan periode keberangkatan.
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, menjelaskan bahwa perusahaan otobus telah menaikkan harga tiket sejak beberapa hari terakhir. Pada periode 10–13 Maret 2026, tarif bus meningkat sekitar 20 persen dari harga normal.
Selanjutnya, pada 14–15 Maret 2026 kenaikan mencapai sekitar 50 persen. Sementara itu, mendekati puncak arus mudik pada 16–19 Maret 2026, tarif tiket diperkirakan bisa melonjak hingga dua kali lipat dari harga biasa.
Menurut Nur Prasetyo, besaran kenaikan harga berbeda-beda tergantung jarak tujuan serta kelas layanan bus yang dipilih penumpang. Informasi mengenai tarif tersebut umumnya telah diumumkan oleh masing-masing perusahaan otobus melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.
Meski terjadi kenaikan harga tiket, masyarakat tetap dapat membeli tiket bus melalui berbagai cara, baik secara daring maupun langsung di terminal.
Pengelola terminal juga telah berkoordinasi dengan para operator bus untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik pada periode menjelang Lebaran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyediaan armada tambahan jika terjadi kekurangan bus.
Pihak terminal menyiagakan sekitar 50 hingga 70 unit bus cadangan yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang secara signifikan.
Bus tambahan tersebut disiapkan setiap hari menjelang masa puncak mudik yang diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret 2026, sehingga pelayanan terhadap para pemudik dapat tetap berjalan lancar.




