Layanan Digital Lumpuh, Nasabah Bank Jambi “Perang Antrean” Sejak Subuh Demi Uang Tunai Lebaran

Warga antre nomor sejak subuh di kantor Bank Jambi. Lumpuhnya akses digital selama dua pekan terakhir memaksa masyarakat melakukan pemburuan atau War atau perang antrean di kantor-kantor cabang demi mendapatkan uang tunai untuk kebutuhan Lebaran 2026.Photo Tribunjambi
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Gangguan layanan yang dialami Bank Jambi dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Terhentinya sejumlah layanan digital selama kurang lebih dua pekan membuat nasabah tidak memiliki banyak pilihan selain mendatangi kantor cabang untuk melakukan transaksi, terutama penarikan uang tunai menjelang kebutuhan Lebaran 2026.
Akibat kondisi tersebut, antrean panjang terlihat di sejumlah kantor pelayanan Bank Jambi. Banyak warga mengaku harus datang sejak sangat pagi untuk mendapatkan nomor antrean. Bahkan sebagian nasabah rela menunggu berjam-jam demi memastikan bisa dilayani pada hari yang sama.
Situasi paling mencolok dilaporkan terjadi di Bank Jambi Unit Siulak, Kabupaten Kerinci. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, jumlah antrean sudah mencapai ratusan sejak waktu subuh. Hal ini membuat sebagian warga khawatir tidak kebagian kesempatan melakukan transaksi karena keterbatasan kapasitas layanan setiap harinya.
Padatnya antrean sempat menimbulkan suasana tegang di sekitar kantor bank. Beberapa warga terlihat saling berdesakan karena takut kehilangan giliran, sementara petugas berupaya mengatur situasi agar tetap kondusif.
Kondisi ini memicu sorotan dari masyarakat terhadap penanganan krisis oleh pihak bank. Banyak nasabah menilai gangguan yang berlangsung cukup lama tersebut seharusnya dapat segera ditangani agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terlebih menjelang hari raya yang biasanya diiringi meningkatnya kebutuhan transaksi.
Permasalahan ini semakin menjadi perhatian publik setelah sebelumnya muncul kabar mengenai dugaan kebocoran keamanan sistem yang berdampak pada ribuan rekening nasabah. Dalam informasi yang beredar, sekitar 6.000 rekening disebut terdampak dengan total kerugian mencapai sekitar Rp143 miliar, dengan dugaan sebagian dana dialihkan ke aset kripto.
Sampai saat ini, masyarakat masih menantikan kejelasan dan langkah pemulihan dari pihak Bank Jambi serta pihak berwenang. Sementara layanan digital belum kembali normal, nasabah diperkirakan masih akan bergantung pada layanan tatap muka di kantor cabang, yang berpotensi membuat antrean panjang terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.




