Desain Rumah Sehat Bantu Jaga Kesehatan Penghuni

Desain Rumah Sehat Bantu Jaga Kesehatan Penghuni

Ilustrasi pengaplikasian teknologi untuk bangunan sehat. ANTARA/HO

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Lingkungan tempat tinggal memiliki peran penting dalam mendukung gaya hidup sehat, tidak hanya dari sisi kenyamanan tetapi juga dari aspek kesehatan jangka panjang. Faktor seperti kualitas udara, pencahayaan, hingga material bangunan dapat memengaruhi kesejahteraan penghuni rumah.

Arsitek dan perancang kota Adjie Negara menilai lingkungan tempat tinggal atau ruang kerja dapat menjadi sumber paparan berbagai zat yang berpotensi berdampak pada kesehatan. Seiring perkembangan teknologi dan industri, banyak produk rumah tangga maupun material bangunan menggunakan bahan kimia untuk meningkatkan fungsi dan daya tahan.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami jenis serta potensi dampak bahan kimia tersebut agar dapat menggunakan produk secara lebih aman dan bijak. Ia menekankan bahwa desain bangunan sebaiknya memperhatikan pencahayaan alami, sirkulasi udara, serta keberadaan elemen hijau di sekitar rumah.

“Penempatan bukaan yang tepat memungkinkan sinar matahari masuk lebih banyak, sementara sirkulasi silang membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Elemen hijau juga tidak hanya berfungsi sebagai sumber oksigen, tetapi dapat membantu meredakan stres,” ujarnya.

Adjie menambahkan pemilihan material bangunan juga menjadi faktor krusial. Material yang digunakan pada atap, dinding, hingga lantai perlu dipertimbangkan dengan cermat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi penghuni.

Ia mengingatkan beberapa bahan bangunan berpotensi mengandung zat berbahaya seperti timbal. Logam tersebut dapat ditemukan pada sejumlah produk, termasuk pipa air atau cat dengan pigmen berbasis timbal. Meski cat pada umumnya aman, kandungan timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko paparan dalam jangka panjang.

Sebagai alternatif, ia menyarankan penggunaan material yang lebih aman, seperti cat berbahan dasar air (water based) yang tidak mengandung racun. Pilihan material yang tepat menjadi semakin penting apabila rumah dihuni oleh individu dengan sensitivitas tertentu, seperti penderita asma.

Sementara itu, dokter spesialis anak Reza Fahlevi menekankan bahwa lingkungan sehat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga, khususnya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Menurutnya, kondisi lingkungan sangat berpengaruh pada perkembangan anak, terutama pada periode awal kehidupan yang dikenal sebagai 1.000 hari pertama. Pada masa tersebut, faktor lingkungan selain nutrisi dan stimulasi juga berperan besar dalam proses tumbuh kembang.

Ia menjelaskan anak-anak cenderung aktif mengeksplorasi lingkungan melalui bermain. Karena itu, area tempat mereka beraktivitas, baik di rumah, taman bermain, maupun sekolah, harus aman dari bahan berbahaya.

“Anak-anak sering menyentuh berbagai benda lalu memasukkan tangan ke mulut atau menghirup debu di sekitarnya. Jika lingkungan mengandung material berbahaya, risiko paparan dapat meningkat,” katanya.

Baik Adjie maupun Reza menilai pembangunan rumah sebaiknya mempertimbangkan aspek kesehatan sejak awal. Rumah yang dirancang dengan material aman serta lingkungan yang sehat dinilai dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *