IFEX 2026 Dorong Ekspor Furnitur Indonesia

Ilustrasi industri furnitur. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.
INDOSBERITA. ID JAKARTA –Â Industri furnitur nasional dinilai masih memiliki prospek cerah di pasar global. Pemerintah dan pelaku industri optimistis ekspor produk mebel Indonesia dapat terus meningkat seiring besarnya permintaan dunia terhadap produk furnitur berkualitas.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa sektor manufaktur, termasuk industri furnitur, masih menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja sektor manufaktur bahkan mampu tumbuh di atas lima persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi secara umum.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Indonesia International Furniture Expo 2026 (IFEX) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition BSD. Pameran ini menjadi salah satu ajang penting bagi pelaku industri furnitur untuk memperluas pasar dan menjalin kerja sama dengan pembeli dari berbagai negara.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian juga terus memberikan dukungan bagi industri furnitur. Dukungan tersebut mencakup penyediaan bahan baku, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset pasar, hingga pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) furnitur di berbagai daerah.
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menyatakan pihaknya menargetkan ekspor furnitur Indonesia dapat mencapai USD6 miliar dalam lima tahun mendatang. Selain pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, pelaku industri juga mulai membidik pasar baru di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Menurut Sobur, pameran IFEX menjadi momentum penting bagi produsen furnitur Indonesia untuk memamerkan kualitas produk yang memiliki nilai estetika tinggi serta pengerjaan yang unggul. Ajang ini juga membuka peluang business matching langsung antara produsen dalam negeri dengan pembeli internasional.
Tahun ini, IFEX menempati area pameran baru yang lebih luas dengan total area sekitar 85 ribu meter persegi. Penambahan ruang pameran tersebut memungkinkan lebih banyak peserta menampilkan produk unggulan mereka sekaligus meningkatkan peluang transaksi bisnis.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan lokasi baru pameran diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi peserta maupun pengunjung. Selain fasilitas yang lebih modern, program pendukung juga disiapkan untuk memperkuat interaksi bisnis antara produsen dan pembeli.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi industri, komunitas desain, dan pelaku usaha, penyelenggaraan IFEX diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen furnitur yang kompetitif di pasar global.(Zr)




