Kue Tetu Laris Manis Saat Ramadan di Polman

Kue Tetu Laris Manis Saat Ramadan di Polman

Kue tetu atau kue perahu menjadi primadona takjil Ramadan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. (Beritasatu.com/Muh Asyharuddin Arbab)

INDOSBERITA.ID.POLEWALI MANDAR – Suasana Ramadan membawa berkah bagi pedagang jajanan tradisional di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Di kawasan Pasar Sentral Pekkabata, kue tetu menjadi salah satu takjil khas Mandar yang paling banyak dicari warga untuk menu berbuka puasa.

Setiap sore, lapak milik Erna tampak dipadati pembeli. Aroma daun pandan yang dikukus bersama adonan kue menguar di antara deretan pedagang lain. Perpaduan rasa manis gula merah dan tekstur lembut adonan membuat kue tradisional ini sulit dilewatkan.

Erna mengaku sudah lima tahun berjualan khusus saat Ramadan. Ia belajar membuat kue tetu dari sang ibu dan mempertahankan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun. Baginya, bulan puasa selalu menjadi momen paling dinanti karena penjualan meningkat drastis.

Proses pembuatan kue tetu terbilang tidak sederhana. Wadah berbentuk perahu kecil dibuat dari daun pandan yang dirangkai satu per satu secara manual. Setelah itu, gula merah dimasukkan ke dasar wadah sebelum adonan tepung terigu dan santan kental dituangkan. Kue kemudian dikukus hingga matang.

Dalam sehari, Erna bisa menghabiskan hingga dua karung tepung terigu untuk memenuhi permintaan pelanggan. Harga yang terjangkau turut menjadi daya tarik. Dengan Rp 10.000, pembeli sudah mendapatkan lima bungkus kue tetu.

Ramainya pembeli membuat omzet Erna cukup besar. Ia menyebut pendapatannya berkisar Rp 500.000 hingga Rp 600.000 per hari, bahkan bisa menembus lebih dari Rp 1 juta saat permintaan sedang tinggi.

Selain kue tetu, Erna juga menjajakan onde-onde, taripan, dan bikang. Meski begitu, kue tetu dan bikang tetap menjadi primadona. Bagi masyarakat Mandar, kue perahu ini bukan sekadar jajanan, tetapi bagian dari tradisi berbuka puasa yang terus lestari dari generasi ke generasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *