GPM Digelar di 34 Lokasi, Harga Pangan di Malang Tetap Stabil

GPM Digelar di 34 Lokasi, Harga Pangan di Malang Tetap Stabil

Ilustrasi : Warga membeli minyak goreng yang dijual dalam Gerakan Pasar Murah di samping Balai Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (4/12/2025). Kegiatan tersebut digelar hingga Jumat (5/12) sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok serta membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang akhir tahun. ANTARA Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas

INDOSBERITA.ID.MALANG – Menjelang dan selama Ramadan, Pemerintah Kota Malang memperluas intervensi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di 34 titik berbeda. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan pasokan aman bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan kegiatan tersebut berlangsung sejak 23 Februari hingga 17 Maret 2026. Pelaksanaan GPM melibatkan kolaborasi dengan sejumlah instansi dan BUMN, seperti Bank Indonesia, Perum Bulog, serta PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Menurutnya, penyebaran lokasi di kantor kelurahan dan kecamatan bertujuan mendekatkan akses belanja murah kepada warga. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah selama momen meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menunjukkan harga komoditas utama di Kota Malang masih relatif stabil. Beras premium berada di kisaran Rp15.150 per kilogram dan beras medium Rp12.633 per kilogram. Gula dijual Rp17.083 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp16.450 per liter, serta minyak goreng kemasan premium Rp22.833 per liter.

Untuk komoditas hewani, harga daging sapi tercatat Rp123.666 per kilogram, daging ayam Rp40 ribu per kilogram, dan telur ayam Rp29.833 per kilogram. Sementara komoditas hortikultura seperti cabai merah besar dijual Rp32.333 per kilogram, cabai rawit Rp94.666 per kilogram, bawang merah Rp39.666 per kilogram, serta bawang putih Rp34 ribu per kilogram.

Dari sisi ketersediaan, stok dinilai memadai. Beras tercatat 75.667,83 ton, gula 1.452 ton, telur ayam 470,5 ton, daging ayam 562,8 ton, dan daging sapi 231 ton. Adapun cabai rawit tersedia 219 ton dan cabai merah besar 49,85 ton, sedangkan bawang merah 246,92 ton dan bawang putih 45,3 ton.

Slamet menambahkan, harga cabai rawit saat ini sudah turun sekitar Rp10 ribu dibandingkan periode sebelum Ramadan yang sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram. Selain GPM, stabilitas harga juga didukung kerja sama antar daerah untuk menjaga suplai, termasuk pasokan cabai dari Jawa Tengah dan Banyuwangi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *