Warga Panik, Truk Tronton Tabrak Tiga Rumah di Jalur Pakis

Kecelakaan tunggal melibatkan truk tronton bermuatan susu kemasan terjadi di jalur ekstrem Salatiga–Magelang, Jawa Tengah pada Jumat 27 Februari 2026. (Beritasatu.com/Priyo Budi Santoso)
INDOSBERITA.ID.MAGELANG – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur ekstrem penghubung Salatiga–Magelang, tepatnya di Dusun Jengkol, Desa Losari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah truk tronton bermuatan susu kemasan menabrak tiga rumah warga setelah diduga kehilangan kendali di jalan menurun dan berkelok.
Peristiwa nahas itu terjadi di ruas Jalan Magelang–Kopeng KM 15. Akibatnya, tiga bangunan rumah mengalami kerusakan berat pada bagian depan. Sopir truk ditemukan meninggal dunia setelah terjepit di bawah reruntuhan bangunan dan badan kendaraan.
Truk bernomor polisi H 8894 OA yang dikemudikan Sukhaemi (asal Ngemprit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur) melaju dari arah Salatiga menuju Magelang. Saat melintas di wilayah Pakis yang dikenal memiliki turunan tajam dan tikungan ekstrem, kendaraan diduga tak terkendali hingga akhirnya menghantam rumah warga di sisi jalan.
Salah satu pemilik rumah, Ngadiyono (62), mengaku terkejut mendengar suara benturan keras menjelang pagi. Ia bahkan sempat mengira telah terjadi gempa bumi.
“Saya baru selesai sahur dan salat subuh, mau istirahat. Tiba-tiba terdengar suara keras sekali. Saya langsung keluar rumah, sempat tertimpa pecahan bata dan kaca. Awalnya saya kira gempa,” ujarnya.
Ia menyebut teras dan kamar bagian depan rumahnya rusak cukup parah akibat terjangan truk.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Magelang, Kompol Nyi Ayu Fitria Rachma, menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara tidak menemukan bekas pengereman di lokasi kecelakaan.
“Ini kecelakaan tunggal di Jalan Magelang–Kopeng KM 15, Desa Losari, Pakis. Kendaraan melaju dari arah Salatiga menuju Magelang. Tidak ditemukan bekas rem di lokasi,” jelasnya.
Menurut Ayu, sopir diduga belum mengenal karakteristik jalur yang curam dan berkelok, sehingga gagal menguasai kendaraan saat melintas di turunan.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena posisi truk ringsek dan terjepit di antara bangunan rumah. Tim SAR gabungan bersama Satlantas dan unsur terkait harus menyingkirkan puing-puing bangunan serta mengevakuasi badan truk terlebih dahulu.
Setelah proses evakuasi selesai, sopir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Kecelakaan ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur Magelang–Salatiga tersendat selama proses penanganan di lokasi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Petugas mengimbau para pengemudi, terutama kendaraan besar seperti truk tronton, agar lebih waspada saat melintasi jalur menurun dan berkelok, memastikan kondisi kendaraan prima, serta memahami medan jalan guna menghindari kejadian serupa.




