Petani Blewah Lumajang Raup Untung di Bulan Puasa

Harga blewah di Lumajang naik signifikan hingga Rp 6.000/kg saat Ramadan 2026. Meski terkendala cuaca ekstrem, petani tetap raup untung belasan juta. (Beritasatu.com/Rifqi Danwanus)
INDOSBERITA.ID.LUMAJANG – Bulan Ramadan menjadi momentum yang menguntungkan bagi petani blewah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, harga komoditas musiman tersebut justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Nanang Suyitno, petani blewah asal Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, menyampaikan bahwa harga blewah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang menjadikan blewah sebagai bahan utama minuman berbuka puasa.
Menurut Nanang, permintaan pasar selama Ramadan cenderung melonjak dibandingkan bulan-bulan biasa. Meski demikian, kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang menyebabkan sebagian tanaman mengalami kerusakan. Akibatnya, hasil panen tahun ini tidak sebanyak musim sebelumnya.
Dari lahan seluas 2.500 meter persegi, Nanang biasanya mampu memanen sekitar 2 hingga 3 ton blewah dalam satu periode. Jumlah tersebut menurun dibandingkan musim kemarau lalu yang bisa mencapai hingga 5 ton. Tingginya curah hujan membuat kelembapan tanah meningkat, sehingga memicu serangan penyakit pada tanaman dan menghambat pertumbuhan buah.
Walaupun produksi menurun, kenaikan harga jual dinilai mampu menjaga stabilitas pendapatan petani. Beberapa petani bahkan masih dapat memperoleh keuntungan hingga belasan juta rupiah selama musim panen Ramadan. Tingginya minat masyarakat terhadap blewah sebagai menu takjil menjadi faktor utama yang menjaga harga tetap stabil di tengah keterbatasan pasokan.
Para petani berharap kondisi cuaca di Jawa Timur segera membaik agar panen berikutnya dapat berlangsung lebih optimal. Dengan cuaca yang lebih mendukung, produktivitas lahan diperkirakan dapat meningkat dan kualitas buah pun lebih terjaga.
Ramadan tahun ini pun menjadi angin segar bagi petani blewah di Lumajang. Di tengah tantangan cuaca yang sulit diprediksi, kenaikan harga dan tingginya permintaan pasar menjadi harapan tersendiri bagi keberlangsungan usaha pertanian mereka.




