AS Perkuat Armada Militer di Timur Tengah

AS Perkuat Armada Militer di Timur Tengah

Deretan kapal induk Amerika Serikat yang dikerahkan ke Timur Tengah. Foto: Anadolu

INDOSBERITA.ID WASHINGTON – Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya secara signifikan di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan armada kapal perang dan pesawat tempur dalam jumlah besar. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait negosiasi program nuklirnya.

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya masih membuka ruang diplomasi, namun tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika pembicaraan menemui jalan buntu. Ia menyebut kesepakatan yang “benar-benar berarti” sebagai syarat utama untuk meredakan situasi.

Pengiriman kekuatan militer itu mencakup dua kelompok serang kapal induk, termasuk USS Abraham Lincoln yang telah berada di Laut Arab sejak akhir Januari, didampingi sejumlah kapal perusak berpeluru kendali. Total kehadiran Angkatan Laut AS di kawasan tersebut kini mencapai 14 kapal, memperkuat armada yang sebelumnya telah siaga.

Selain armada laut, puluhan jet tempur canggih seperti F-35, F-22, F-15, dan F-16 juga dikerahkan dari pangkalan di Amerika Serikat dan Eropa. Pesawat pendukung, termasuk sistem peringatan dini E-3, turut ditempatkan untuk menunjang koordinasi operasi udara berskala besar.

Komando Pusat AS atau United States Central Command menyatakan bahwa pengerahan ini bertujuan meningkatkan kesiapan tempur serta menjaga stabilitas regional. Aktivitas militer tersebut juga disertai pergerakan pesawat tanker dan kargo dalam jumlah besar untuk mendukung logistik di lapangan.

Di sisi lain, sejumlah analis memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran berpotensi memicu respons keras dari Teheran. Tahun lalu, Iran diketahui meluncurkan lebih dari selusin rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar sebagai balasan atas serangan terhadap fasilitas nuklirnya.

Pakar Iran dari International Crisis Group, Ali Vaez, menilai opsi serangan terbatas kemungkinan sulit dilakukan tanpa memicu eskalasi lebih luas. Ia memperingatkan bahwa respons Iran bisa menyeret kawasan ke dalam konflik besar yang sulit dikendalikan.

Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah kembali dalam sorotan global, dengan diplomasi dan kekuatan militer berjalan beriringan di tengah ketidakpastian hasil negosiasi.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *