Jelang Ramadan, Kebun Timun Suri Mulai Ramai

Jelang Ramadan, Kebun Timun Suri Mulai Ramai

Sarif (64), petani timun suri di Kampung Cikabayan, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, menunjukkan hasil panen ‘bonteng puan’ yang ditanamnya menjelang Ramadan. (Beritasatu.com/Budiman)

INDOSBERITA.ID.LEBAK – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, aktivitas petani timun suri di Kabupaten Lebak, Banten, mulai meningkat. Buah musiman yang kerap menjadi hidangan favorit saat berbuka puasa itu kembali dipanen untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.

Di Kampung Cikabayan, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, seorang petani bernama Sarif (64) tampak sibuk memetik timun suri di kebunnya, Sabtu (21/2/2026). Warga setempat menyebut timun suri dengan nama “bonteng puan”. Menurut Sarif, setiap Ramadan ia bisa memanen antara 1,5 hingga 2 kuintal per hari, tergantung kondisi tanaman.

Ia menjelaskan, hampir setengah warga di kampungnya ikut menanam timun suri karena tingginya permintaan saat bulan puasa. Proses penanaman biasanya dimulai dua hingga tiga bulan sebelum Ramadan agar masa panen tepat waktu.

Untuk pemasaran, para petani tidak kesulitan menjual hasil panen. Pengepul datang langsung ke kebun menggunakan sepeda motor atau mobil untuk mengambil timun suri. Sistem pembelian pun beragam, ada yang berdasarkan berat dan ada pula yang dihitung per buah.

Harga jual per buah berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 20.000, tergantung ukuran. Skema penjualan yang fleksibel ini memudahkan petani menyesuaikan dengan permintaan pembeli.

Namun, Sarif mengungkapkan hasil panen tahun ini tidak sebanyak musim sebelumnya. Curah hujan yang tinggi saat masa tanam menyebabkan banyak tanaman membusuk sebelum berkembang optimal. Akibatnya, produksi awal berkurang signifikan.

Jika pada Ramadan sebelumnya ia bisa meraup pendapatan antara Rp 5 juta hingga Rp 8 juta, tahun ini ia memperkirakan penghasilannya turun menjadi sekitar Rp 3 juta. Meski demikian, ia tetap bersyukur timun suri masih menjadi komoditas andalan setiap Ramadan.

Sarif berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar hasil panen meningkat dan pendapatan petani timun suri di Lebak kembali membaik.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *