Ratusan Ribu Aplikasi Langgar Privasi Diblokir Google

Ratusan Ribu Aplikasi Langgar Privasi Diblokir Google

Google telah memblokir lebih dari 1,75 juta aplikasi yang melanggar kebijakan agar tidak masuk ke Play Store sepanjang 2025. (Freepik)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Google mengumumkan telah menggagalkan lebih dari 1,75 juta aplikasi yang melanggar kebijakan sebelum sempat tayang di Play Store sepanjang 2025. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperketat keamanan ekosistem Android dari ancaman malware hingga pelanggaran privasi.

Mengutip Gizchina, Sabtu (21/2/2026), Google memperkuat sistem peninjauan aplikasinya dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru. Sistem ini dirancang untuk membantu tim peninjau manusia dalam mendeteksi pola perilaku berbahaya yang semakin canggih dan sulit dikenali.

Tak hanya itu, lebih dari 80.000 akun pengembang ditutup setelah terindikasi berupaya menyebarkan perangkat lunak berbahaya. Setiap aplikasi yang diajukan kini harus melalui lebih dari 10.000 tahapan pemeriksaan keamanan sebelum memperoleh persetujuan untuk dipublikasikan. Pengawasan juga tetap dilakukan secara berkala setelah aplikasi tersedia untuk diunduh.

Google turut memperketat proses verifikasi pengembang, termasuk validasi identitas dan perluasan uji pra-peninjauan guna mencegah celah keamanan sejak tahap awal.

Ratusan Ribu Aplikasi Langgar Privasi

Langkah penindakan Google tak hanya menyasar malware. Sepanjang 2025, perusahaan memblokir lebih dari 255.000 aplikasi yang mencoba mengakses data pengguna secara berlebihan atau menyentuh informasi sensitif tanpa alasan jelas.

Di sisi lain, manipulasi ulasan dan rating juga menjadi perhatian. Sekitar 160 juta ulasan serta penilaian palsu atau spam telah dihapus demi menjaga transparansi dan kepercayaan pengguna terhadap ekosistem Play Store.

Ancaman keamanan sendiri tidak hanya berasal dari aplikasi yang tersedia di toko resmi. Google mencatat banyak serangan siber datang dari aplikasi yang diunduh melalui metode sideloading, seperti lewat peramban atau platform pesan instan.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, fitur Play Protect diklaim mampu memindai ratusan miliar aplikasi setiap hari, baik yang berasal dari Play Store maupun sumber eksternal. Sistem ini secara aktif mendeteksi dan menandai jutaan aplikasi berbahaya yang beredar di luar toko resmi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Google menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan pengguna Android di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *