MUI Imbau Bangunkan Sahur Secukupnya dan Tak Ganggu Warga

Ketua MUI KH Cholil Nafis. Foto: Istimewa
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak kepada masyarakat,untuk menjaga tradisi membangunkan sahur tetap dalam koridor kebijaksanaan dan toleransi.
Wakil Ketua Umum MUI, M Cholil Nafis, menegaskan bahwa penggunaan pengeras suara masjid dan mushola perlu dilakukan secara proporsional. Ia mengingatkan agar volume toa tidak berlebihan, terlebih di kawasan padat penduduk atau lingkungan dengan keberagaman agama.
Menurutnya, membangunkan sahur merupakan bagian dari syiar Ramadan yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Namun, semangat ibadah tersebut harus berjalan beriringan dengan etika sosial.
“Bangunkan sahur seperlunya. Gunakan pengeras suara pada waktu yang dibutuhkan dan dengan volume yang wajar,” pesannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, itu menekankan bahwa Ramadan sejatinya menghadirkan ketenangan dan kedamaian. Karena itu, setiap aktivitas selama bulan suci perlu mempertimbangkan kenyamanan bersama, termasuk bagi warga yang tidak menjalankan puasa.
Selain penggunaan toa, Cholil juga menyoroti fenomena kelompok pemuda yang berkeliling kampung untuk membangunkan sahur dan kerap viral di media sosial. Ia mengingatkan agar kegiatan tersebut dilakukan secara santun dan tidak melanggar norma agama.
Menurutnya, tradisi sahur akan tetap bermakna bila dijalankan dengan adab dan rasa hormat terhadap sesama. Dengan begitu, Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah personal, tetapi juga ruang memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.




