14 Warga Palestina Ditangkap Saat Ramadan

 

14 Warga Palestina Ditangkap Saat Ramadan

Pasukan Israel dalam operasi darat di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

INDOSBERITA.ID RAMALLAH –  Pasukan Israel kembali melakukan operasi penangkapan di wilayah Tepi Barat dan menahan sedikitnya 14 warga Palestina pada Jumat, 20 Februari 2026. Penggerebekan berlangsung di sejumlah kota pada pekan pertama Ramadan.

Berdasarkan keterangan Kantor Media Tahanan Palestina, sebagian besar penangkapan terjadi di wilayah utara Tepi Barat, terutama di Jenin, Tulkarem, dan Salfit. Aparat dilaporkan mendatangi serta menggeledah rumah warga sebelum melakukan penahanan terhadap 13 orang. Sementara satu pemuda lainnya disebut menyerahkan diri setelah mendapat tekanan.

Pihak lembaga tersebut menyebut operasi penangkapan terus berlangsung hampir setiap hari selama Ramadan dan dinilai menyasar kalangan pemuda serta mahasiswa.

Direktur Jenderal Perhimpunan Tahanan Palestina, Amjad al-Najjar, mengatakan tren penangkapan meningkat sejak awal bulan suci. Ia menyebut intensitas operasi militer Israel di Tepi Barat mengalami lonjakan dibandingkan periode sebelumnya.

Data otoritas Palestina menunjukkan lebih dari 9.300 warga Palestina kini berada dalam tahanan Israel, termasuk ratusan anak-anak dan puluhan perempuan. Mereka dilaporkan menghadapi kondisi penahanan yang berat, mulai dari dugaan kekerasan hingga minimnya layanan medis.

Situasi di Tepi Barat memanas sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023. Operasi militer Israel disebut meluas ke berbagai wilayah, termasuk Yerusalem Timur, dengan rangkaian tindakan seperti penangkapan, pembongkaran bangunan, dan penggerebekan rutin.

Sejak periode tersebut, ribuan warga Palestina dilaporkan ditangkap dalam operasi yang terus berlanjut hingga kini, di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di kawasan tersebut.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *