Tuduhan Rasisme Soroti Prestianni di Liga Champions

Tuduhan Rasisme Soroti Prestianni di Liga Champions

Profil Gianluca Prestianni, pemain Benfica yang terseret dugaan rasisme terhadap Vinícius Júnior. (AP Photo/Pedro Rocha)

INDOSBERITA.ID.SPORT – Winger muda Argentina, Gianluca Prestianni, mendadak menjadi sorotan global setelah dituding melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior dalam leg pertama play-off Liga Champions 2025–2026 antara SL Benfica dan Real Madrid CF pada Selasa (17/2/2026).

Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah Vinícius melaporkan ucapan Prestianni kepada wasit Francois Letexier, yang mengaktifkan protokol antirasisme UEFA. Insiden ini terjadi setelah gol Vinícius pada babak kedua, ketika Prestianni terlihat menutupi mulutnya dengan jersei saat berbicara kepada pemain Brasil itu.

Reaksi dan Bantahan

Vinícius mengecam tindakan tersebut melalui media sosial, menyoroti pengalaman panjangnya menghadapi rasisme di sepak bola Eropa. Dukungan datang dari pemain top lainnya, termasuk Kylian Mbappe, yang meminta UEFA mengambil tindakan tegas bila tuduhan terbukti. Bek Real Madrid Trent Alexander-Arnold menyebut insiden itu “a disgrace to football”.

Di sisi lain, Prestianni membantah tuduhan dan menyebut insiden itu sebagai kesalahpahaman, menegaskan tidak ada niat rasis dalam perkataannya. Pelatih Benfica, Jose Mourinho, berupaya meredakan ketegangan dan menegaskan klubnya menentang segala bentuk rasisme.

Talenta Muda Terseret Kontroversi

Prestianni dikenal sebagai talenta muda Argentina yang bergabung dengan Benfica pada 2024 dari Club Atletico Velez Sarsfield. Namun, insiden ini membuat namanya kini lebih dikaitkan dengan isu serius rasisme dalam sepak bola daripada prestasinya di lapangan.

Kontroversi ini kembali menyoroti bahwa rasisme masih menjadi masalah nyata di sepak bola global, bahkan di kompetisi elit seperti Liga Champions.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *