Dapur MBG di Paok Lombok Dirusak Warga

Dapur MBG di Paok Lombok Dirusak Warga

Sekelompok warga Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, melakukan aksi perusakan terhadap bangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa 17 Februari 2026. (Beritasatu.com/M Awaludin)

INDOSBERITA.ID.LOMBOK – Aksi perusakan terjadi di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (17/2/2026) malam. Sejumlah warga merusak bagian gerbang bangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) yang tengah dibangun di wilayah tersebut.

Insiden itu diduga dipicu kekecewaan sebagian warga yang menolak pembangunan dapur MBG di atas lahan yang mereka anggap sebagai tanah wakaf. Ketegangan sebelumnya telah muncul dalam beberapa pertemuan antara warga, pengelola yayasan, dan pemerintah desa, namun belum menghasilkan kesepakatan yang diterima semua pihak.

Kepala Desa Paok Lombok, Rasidi, menegaskan pemerintah desa sejak awal berupaya memfasilitasi dialog agar persoalan tidak berujung pada tindakan anarkistis.

“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai melakukan perusakan. Itu jelas kami nilai salah,” ujarnya, Rabu (19/2/2026).

Menurut Rasidi, mediasi telah dilakukan sebanyak tiga kali, termasuk hearing di kantor desa dan rapat koordinasi di lingkungan pesantren setempat. Dalam pertemuan terakhir, disepakati pembangunan MBG tetap dilanjutkan karena pihak yayasan menyatakan proyek tersebut bagian dari pengembangan usaha mereka.

Meski demikian, masih ada kelompok warga yang merasa keberatan. Pemerintah desa menyatakan siap membuka ruang dialog lanjutan guna mencegah konflik berkepanjangan.

Kapolsek Suralaga, Lalu Masoan, menjelaskan penolakan warga berawal dari anggapan bahwa lokasi pembangunan merupakan tanah wakaf masyarakat. Selain itu, sempat ada penggunaan ruang kelas yang dialihkan untuk kegiatan MBG sehingga memicu ketidakpuasan.

“Hearing sudah dilakukan pada 10 Februari, kemudian pertemuan dengan tokoh masyarakat pada 12 Februari. Namun belum ada kesimpulan yang disepakati bersama. Diduga karena kecewa, terjadi perusakan pada malam hari,” jelasnya.

Laporan resmi dari pihak yayasan telah diterima dan kini ditangani oleh Polres Lombok Timur. Kepolisian masih melakukan pendataan untuk mengetahui besaran kerugian akibat insiden tersebut.

Meski sempat memanas, aparat memastikan situasi di wilayah Suralaga saat ini dalam kondisi kondusif. Pemerintah desa bersama aparat keamanan terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik agar konflik dapat diselesaikan secara damai.

Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi melalui jalur musyawarah dan menghindari tindakan destruktif yang berpotensi merugikan semua pihak. Dengan pendekatan persuasif, diharapkan persoalan pembangunan dapur MBG dapat segera menemukan titik temu tanpa menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *