Stabilitas Rempang Jadi Modal Investasi Batam

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhamad Iftitah Sulaiman Suryanagara (Beritasatu.com/Zhulfakar)
INDOSBERITA.ID.BATAM – Menteri Transmigrasi Muhamad Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai situasi di kawasan Rempang, Batam, dalam satu tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin stabil. Kondisi tersebut dinilai menjadi prasyarat utama untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Senin (16/2/2026).
Iftitah menjelaskan, pengembangan Rempang terus dilakukan melalui koordinasi intensif antara Kementerian Transmigrasi, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, BP Batam, serta Pemerintah Kota Batam. Sinergi tersebut, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara percepatan investasi dan perlindungan masyarakat.
“Situasi yang lebih damai ini penting untuk menjaga kepercayaan investor, sekaligus memastikan masyarakat tetap menjadi bagian dari proses pembangunan,” ujarnya.
Ia mengakui, sebelumnya dinamika sosial di Rempang sempat menjadi perhatian. Namun kini, berbagai pendekatan dialog dan koordinasi dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih terkendali.
Selain menjaga stabilitas, pemerintah juga menyalurkan bantuan nyata kepada warga terdampak. Sebanyak 16 kapal nelayan telah diberikan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Sudah ada 16 kapal nelayan yang kami serahkan. Ini bagian dari komitmen pemerintah agar masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan,” kata Iftitah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mendorong kemandirian ekonomi warga di lokasi baru, sehingga relokasi tidak hanya berarti perpindahan tempat tinggal, tetapi juga peningkatan kesejahteraan.
“Pembangunan harus memberi manfaat langsung. Warga tidak hanya pindah, tetapi juga mendapatkan peluang ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.




