Progres Kampung Nelayan Merah Putih Capai 50%

Progres Kampung Nelayan Merah Putih Capai 50%

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I telah mencapai 50%. Laporan tersebut disampaikan seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. (Beritasatu.com/Celvin Moniaga Sipahutar)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I telah mencapai 50%, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

“Progres sudah 50% dari tahap satu dan mudah-mudahan bisa segera selesai. Tahap pertama mencakup 65 lokasi,” ujar Trenggono. Tahap kedua akan menyasar 35 lokasi tambahan, dengan rencana jangka panjang pengembangan KNMP hingga 1.000 lokasi secara bertahap.

Program KNMP bertujuan mentransformasi desa pesisir dan kampung perikanan menjadi lebih modern, produktif, dan terintegrasi. Pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan infrastruktur perikanan dari hulu hingga hilir, penguatan SDM, hingga pengembangan kewirausahaan. Program ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.

Selain itu, Trenggono juga menyampaikan perkembangan pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) di lahan seluas sekitar 2.150 hektare, yang berlokasi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai.

Dengan nilai investasi sekitar US$ 500 juta atau setara Rp 7,2 triliun, tambak ini ditargetkan menghasilkan hingga 55 ton per hektare per siklus, atau total produksi mencapai 52.800 ton udang per tahun. Kawasan ini dirancang sebagai role model budidaya udang nasional yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing global, untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir komoditas perikanan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *