Tanpa TPS, Sungai Batang Merao Jadi Pelarian Tempat Buang Sampah

Sungai Batang Merao Tidak lagi Bersih,Selain tercemar akibat sampah dan juga limbah galian C juga menyebab sungai menjadi keruh.
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Sungai Batang Merao yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kabupaten Kerinci, kini menghadapi persoalan serius. Sungai yang membelah sejumlah wilayah tersebut masih kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh sebagian warga,terutama yang tinggal dekat di bantaran sungai.
Fenomena ini memunculkan keprihatinan berbagai pihak. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya dapat disalahkan kepada masyarakat. Minimnya fasilitas penampungan sampah sementara (TPS) di tiap desa menjadi salah satu faktor utama yang mendorong warga mengambil jalan pintas dengan membuang sampah ke aliran sungai.
Sejumlah warga mengaku tidak memiliki pilihan lain. Tanpa adanya TPS dan layanan pengangkutan sampah yang memadai, sampah rumah tangga kerap menumpuk di sekitar pemukiman. Untuk menghindari bau dan penumpukan, sebagian warga akhirnya memilih membuangnya ke sungai.
Padahal, dampak dari kebiasaan ini sangat serius. Selain mencemari lingkungan, sampah yang menumpuk di sungai berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan, merusak ekosistem perairan, serta mengganggu kesehatan masyarakat.
Di tengah persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci baru-baru ini telah menyerahkan 11 armada pengangkut sampah untuk 11 kecamatan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan namun belum juga efektif.
Namun demikian, masih terdapat 7 kecamatan yang belum mendapatkan armada pengangkut sampah. Kekurangan ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan layanan kebersihan di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif dengan membantu kecamatan yang belum memiliki armada, guna mencegah penumpukan sampah dan menekan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk penyediaan TPS di setiap desa.
Kesadaran masyarakat juga menjadi kunci penting. Tanpa dukungan bersama, Sungai Batang Merao yang menjadi kebanggaan Kerinci akan terus terancam oleh persoalan sampah.
Kini, harapan tertuju pada sinergi semua pihak agar Sungai Batang Merao kembali bersih dan terbebas dari sampah, demi lingkungan yang sehat dan masa depan generasi mendatang.




