Indonesia Berpeluang Kirim Pasukan ke Gaza

Warga Palestina menyeberangi jalan yang tergenang banjir setelah hujan lebat di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Kamis, 11 Desember 2025. (AP/AP)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Media penyiaran publik Israel, KAN News, melaporkan bahwa Indonesia disebut-sebut berpotensi menjadi negara pertama yang mengerahkan personel ke Jalur Gaza dalam kerangka Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF).
Dalam laporan yang disiarkan Senin (9/2/2026), KAN News menyebut rencana penempatan pasukan internasional itu merupakan bagian dari implementasi tahap kedua kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Misi tersebut bertujuan menjaga stabilitas keamanan pascaperang di wilayah Gaza.
Disebutkan, personel asal Indonesia berpeluang mulai dikerahkan dalam beberapa pekan mendatang. Rencana ini dikaitkan dengan agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat untuk menghadiri Peace and Prosperity Summit yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari 2026.
“Indonesia diperkirakan akan menjadi negara pertama yang mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional,” tulis KAN News dalam laporannya.
Meski demikian, pasukan ISF disebut tidak memiliki mandat operasi militer ofensif ataupun pelucutan senjata kelompok bersenjata di Gaza. Kehadiran mereka difokuskan pada pengawasan gencatan senjata serta menjaga kondisi keamanan agar tetap kondusif.
Dalam skenario yang beredar, pasukan Indonesia dikabarkan berpotensi ditempatkan di wilayah selatan Gaza, termasuk di sekitar Khan Younis dan Rafah, yang dinilai sebagai titik strategis pascakonflik.
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan tersebut. Namun, wacana pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza semakin menguat di tengah intensifikasi diplomasi global untuk memastikan keberlanjutan gencatan senjata dan mencegah eskalasi konflik baru.




