40 Persen Perangkat Android Tak Terlindungi Keamanan

Ilustrasi smartphone (Gizchina)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Google memperingatkan bahwa lebih dari 40 persen perangkat Android yang saat ini beredar masih rentan terhadap ancaman malware dan spyware generasi terbaru. Kerentanan ini disebabkan oleh banyaknya perangkat yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan dari Google.
Mengutip laporan Forbes, Sabtu (7/2/2026), data distribusi Android terbaru menunjukkan adopsi sistem operasi versi mutakhir masih tergolong rendah. Android 16 sebagai versi paling baru baru digunakan oleh sekitar 7,5 persen perangkat. Sementara itu, Android 15 terpasang di 19,3 persen perangkat, Android 14 di 17,9 persen, dan Android 13 di 13,9 persen perangkat.
Keempat versi tersebut menjadi krusial lantaran Google telah menghentikan dukungan patch keamanan untuk Android 12 dan versi di bawahnya. Artinya, perangkat yang masih menggunakan sistem operasi lama tidak lagi mendapatkan perlindungan dari celah keamanan terbaru.
“Jika ponsel Android Anda tidak dapat diperbarui ke Android 13 atau versi yang lebih baru, sebaiknya mulai mempertimbangkan upgrade, yang berarti membeli perangkat baru,” tulis Google dalam pernyataannya kepada Forbes.
Berdasarkan data tersebut, lebih dari 40 persen ponsel Android dinilai tidak lagi terlindungi dari ancaman siber, sehingga lebih dari satu miliar pengguna berpotensi menjadi target serangan malware dan spyware terkini.
Google juga menekankan bahwa pengguna sebaiknya memprioritaskan perangkat yang masih mendapat dukungan pembaruan, meskipun bukan kelas premium.
“Lebih baik menggunakan ponsel kelas menengah yang masih menerima update keamanan dibandingkan ponsel flagship lama yang sudah tidak bisa diperbarui,” jelas Google.




